Ekonomi . 29/06/2026, 09:58 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
Ketiga data tersebut dinilai akan menjadi indikator kondisi aktivitas ekonomi nasional sekaligus memberikan gambaran mengenai arah kebijakan moneter Bank Indonesia.
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan optimisme terhadap prospek ekonomi nasional.
Ia meyakini perekonomian Indonesia mampu tumbuh hingga 8 persen seiring semakin kuatnya fondasi ekonomi nasional, berlanjutnya reformasi fiskal, serta meningkatnya kontribusi investasi dan sektor swasta terhadap pertumbuhan ekonomi.
Pemerintah juga menegaskan bahwa proses restitusi pajak tetap berjalan normal tanpa perlambatan maupun penahanan.
Hingga empat bulan pertama tahun 2026, pemerintah telah mencairkan restitusi sekitar Rp160 triliun, setara dengan total restitusi yang dicapai selama sembilan bulan pada tahun sebelumnya.
Apabila tren tersebut terus berlanjut, total restitusi sepanjang tahun diperkirakan dapat mencapai sekitar Rp500 triliun.
Pada perdagangan Jumat (26/06) pekan lalu, mayoritas bursa saham Eropa ditutup melemah. Indeks Euro Stoxx 50 turun 0,73 persen, FTSE 100 Inggris melemah 0,21 persen, DAX Jerman terkoreksi 1,29 persen, sedangkan CAC 40 Prancis turun 0,55 persen.
Pergerakan serupa juga terjadi di Wall Street. Dow Jones Industrial Average melemah 0,09 persen, S&P 500 turun 0,05 persen, dan Nasdaq Composite terkoreksi 0,24 persen.
Sementara itu, bursa saham Asia pada perdagangan Senin pagi menunjukkan pergerakan yang bervariasi. Indeks Nikkei melemah 0,84 persen ke 68.780,00, Shanghai turun 0,64 persen ke 4.001,48, Hang Seng menguat 1,00 persen ke 22.899,00, sedangkan Strait Times melemah 0,08 persen ke 5.187,90.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media