Nasional . 06/08/2026, 06:36 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
Kasus ini bermula dari unggahan Yurizal Tri Chaerawan di akun Threads @yurizaltrich pada 22 Juli 2026. Dalam unggahannya, ia mengaku telah menunggu kamar rawat inap selama delapan jam, namun tidak mengungkapkan identitas rumah sakit tempat dirinya menjalani perawatan.
"8 jam blm dpt ruangan. Gamau spill RS nya, soalnya gue pake bpjs," tulis Yurizal.
Alih-alih mendapat dukungan, unggahan tersebut justru dibanjiri komentar bernada merendahkan. Sejumlah akun bahkan menyarankan Yurizal masuk ke ruang jenazah agar lebih cepat memperoleh kamar perawatan. Ada pula komentar lain yang menyinggung penyakit serius hingga menyarankan menyakiti diri sendiri dengan nada bercanda.
Berdasarkan informasi yang tercantum di profil media sosial, sejumlah akun yang memberikan komentar tersebut diduga merupakan dokter, perawat, maupun tenaga kesehatan lainnya. Meski demikian, hingga kini identitas dan profesi seluruh pemilik akun tersebut belum seluruhnya terverifikasi.
Perhatian publik semakin besar setelah Yurizal dikabarkan meninggal dunia pada 31 Juli 2026. Kabar duka itu disampaikan oleh sepupunya melalui media sosial, sehingga unggahan lama Yurizal kembali viral dan memicu kecaman luas terhadap komentar-komentar yang dianggap tidak memiliki empati. *
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media