Nasional . 26/08/2026, 20:06 WIB

Kemenag Pastikan Isu Nasaruddin Umar Mundur dari Posisi Menteri Agama Adalah Hoaks!

Penulis : Esnoe Faqih Wardhana  |  Editor : Esnoe Faqih Wardhana

fin.co.id - Kementerian Agama membantah isu Nasaruddin Umar mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Menteri Agama, sebagaimana kabar yang beredar di media perpesanan singkat dan media sosial.

Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag Thobib Al Asyhar memastikan bahwa kabar itu tidak benar.

“Itu hoaks. Tidak benar Prof. Nasaruddin Umar mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Menteri Agama,” ujar Thobib saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu, 26 Agustus 2026.

Kabar pengunduran diri ini menyebar luas setelah ada pemberitaan di salah satu media online yang mengabarkan bahwa Menteri Agama mengundurkan diri.

Dalam berita tersebut disebut bahwa informasi tersebut berasal dari Sumber yang berada di dalam pemerintahan, namun tidak disebutkan nama pemberi info.

Disebutkan juga bahwa Nasaruddin Umar mengundurkan diri dan sudah menyerahkan suratnya ke Istana.

“Pak Menag tidak pernah menyampaikan hal tersebut. Sumber informasi yang dikutip tidak jelas. Jadi kabar itu hoaks,” kata Thobib.

Menag juga disebut-sebut mengundurkan diri karena akan ikut berkontestasi dalam pemilihan Ketua Umum PBNU pada Muktamar ke-35 NU di Jombang.

Menag Nasaruddin Hadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Tingkat Nasional

Di tengah beredarnya hoaks isu mundur, Menag Nasaruddin menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tingkat nasional di Jakarta, Rabu, 26 Agustus 2026.

Ia mengajak masyarakat untuk menjadikan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai musuh bersama, seiring dampaknya yang mengancam kesehatan manusia dan kelestarian lingkungan.

“Mari kita menjadikan asap itu sebagai musuh bersama,” ujar Menag.

Ia juga mengatakan, kabut asap akibat pembakaran hutan tidak hanya mengganggu aktivitas dan pernapasan masyarakat, tetapi juga dapat menimbulkan dampak kesehatan serius, terutama bagi kelompok yang memiliki gangguan pernapasan seperti asma.

Menurut dia, persoalan karhutla perlu dilihat tidak hanya sebagai persoalan lingkungan, tetapi juga sebagai ancaman terhadap kehidupan manusia. Karena itu, masyarakat perlu bersama-sama menghentikan kebiasaan merusak lingkungan demi membuka lahan.

Menag mengaitkan upaya mencegah karhutla dengan keteladanan Rasulullah SAW dalam menjaga alam. Ia mengingatkan bahwa Nabi Muhammad SAW melarang tindakan merusak alam.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com