Politik . 26/08/2026, 21:38 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Para kiai sepuh mengimbau seluruh peserta (muktamirin) Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) untuk senantiasa mengawal martabat organisasi serta ketat membentengi diri dari segala bentuk intimidasi, manipulasi, maupun provokasi.
Pesan tersebut disampaikan seusai forum silaturahmi para kiai sepuh di Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur. Mustasyar PBNU K.H. Ma'ruf Amin menegaskan pentingnya menggunakan hak kedaulatan muktamirin secara jernih dan bertanggung jawab demi kemaslahatan jam'iyyah.
“Tausiah ini artinya untuk mengingatkan, pertama, kepada para muktamirin sebagai pemegang hak utama supaya dia menggunakan haknya dengan baik, jangan terintimidasi dengan terkena provokasi, memilih yang terbaik, baik AHWA maupun juga pengurus NU yang akan datang,” kata Ma'ruf dikutip dari Antara, Rabu, 26 Agustus 2026.
Ma'ruf menyoroti bahwa masa depan arah gerak organisasi sangat bergantung pada pilihan objektif muktamirin, bukan atas dorongan kepentingan pribadi atau kubu tertentu.
Dalam pertemuan berdurasi satu jam tersebut, K.H. Muhibbul Aman Aly membacakan tujuh poin tausiah yang dihasilkan para kiai sepuh. Salah satu poin utamanya mendesak Presiden Prabowo Subianto bertindak tegas jika terdapat oknum pejabat negara yang terindikasi melakukan intervensi atau tindakan tak patut selama proses muktamar.
Selain itu, para kiai sepuh menggarisbawahi agar mekanisme pembentukan Ahlul Halli wal 'Aqdi (AHWA) diselenggarakan secara bersih, terbebas dari praktik politik uang, rekayasa, maupun tekanan pihak luar. Pemerintah, elemen politik, dan pihak eksternal diminta tetap menghormati prinsip kemandirian NU.
Muktamar Ke-35 NU sendiri siap digelar pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, yang rencananya akan dibuka langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media