Ekonomi . 26/08/2026, 22:09 WIB

Menkeu Purbaya Kumpulkan Ekonom Bahas RAPBN 2027: Fokus Perluas Basis Pajak Tanpa Naikkan Tarif

Penulis : Esnoe Faqih Wardhana  |  Editor : Esnoe Faqih Wardhana

fin.co.id - Langkah strategis memperkuat arah kebijakan fiskal terus dimaksimalkan pemerintah. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengumpulkan para analis ekonomi sektor keuangan guna mendiskusikan strategi Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027.

Siaran pers Kemenkeu di Jakarta, Rabu, 26 Agustus 2026 menyatakan, kegiatan diskusi bersama analis ekonomi itu menjadi langkah proaktif Kementerian Keuangan untuk meningkatkan sinergi dan kolaborasi berkelanjutan dengan para pemangku kepentingan utama.

Keterlibatan para analis ekonomi sektor keuangan diyakini bersifat krusial untuk memberikan masukan berbasis data guna memitigasi risiko makro ekonomi dan menjaga kredibilitas RAPBN 2027.

Diskusi tidak hanya difungsikan sebagai sarana untuk menyerap masukan teknis dan dinamika pasar secara mendalam terhadap perkembangan ekonomi terkini dan substansi RAPBN 2027, melainkan juga menjadi jembatan strategis untuk menyelaraskan persepsi.

Pada acara itu, Menteri Keuangan Purbaya mengatakan, kondisi fiskal, moneter, dan sektor keuangan Indonesia pada triwulan II-2026 tetap terjaga meski perekonomian global masih mengalami gejolak. Kondisi itu menjadi basis bagi pemerintah dalam menyusun RAPBN 2027.

Dia menjelaskan fokus utama arah kebijakan RAPBN 2027 adalah mempercepat eksekusi program prioritas yang memiliki multiplier effect tinggi seperti ketahanan pangan, hilirisasi, dan pengembangan sumber daya manusia (SDM).

Pendekatannya dilakukan lebih antisipatif terhadap gejolak global, dengan fleksibilitas anggaran yang lebih besar untuk merespons risiko eksternal.

Optimalisasi Pendapatan Negara dan Efisiensi Pajak

Sementara itu, dalam rangka optimalisasi pendapatan negara dan pajak, pemerintah akan menerapkan strategi ekstensifikasi dan intensifikasi, bukan kenaikan tarif.

Strategi itu diwujudkan melalui perluasan basis pajak dengan pemanfaatan data, peningkatan kepatuhan sukarela dengan layanan yang lebih mudah, dan penegakan hukum yang adil.

“Dengan kondisi sekarang, kita bisa sukses kalau efisiensi pengumpulan pajak diperbaiki. Dalam tujuh-delapan bulan terakhir ini pajak tumbuh, padahal saya tidak naikkan tarif pajak, tapi saya pastikan orang kerja dalam kondisi baik,” kata Purbaya.

Bendahara negara itu menyebut akan melanjutkan upaya memperbaiki kualitas pegawai yang bertugas mengumpulkan pajak.

Di samping itu, Purbaya mengaku juga akan terus mendorong pertumbuhan ekonomi agar pengumpulan pajak juga terus meningkat.

“Yang kedua, kalau ekonomi tumbuh lebih cepat, dengan pengumpulan pajak yang sama juga, pajaknya akan tetap naik,” ujarnya menambahkan.

Sementara itu, menurut Menkeu, target defisit pada tahun depan mencerminkan komitmen pemerintah untuk mengelola APBN secara sehat, kredibel, dan berkelanjutan.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com