Internasional . 05/09/2026, 23:04 WIB

Iran Ejek Gagasan Amerika: Utang Mau Dihapus, Asal Anak Muda Siap Mati di Perang!

Penulis : Derry Sutardi  |  Editor : Derry Sutardi

fin.co.id - Iran melontarkan sindiran tajam kepada Amerika Serikat (AS) setelah muncul sebuah gagasan kontroversial yang mengusulkan penghapusan utang mahasiswa dan kartu kredit bagi warga muda Amerika sebagai insentif untuk bergabung dalam perang melawan Iran.

Gagasan tersebut menjadi sorotan karena persoalan utang generasi muda Amerika dikaitkan langsung dengan kebutuhan perekrutan personel militer apabila Washington memutuskan menjalankan operasi darat berskala besar di Iran.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyampaikan sindiran tersebut melalui unggahan di platform X pada Jumat.

Ia mempertanyakan alasan anak-anak muda Amerika harus mendapatkan tawaran penghapusan utang sebagai imbalan untuk berperang dan mempertaruhkan nyawa mereka.

“Wahai rakyat Amerika, tanyakan pada diri kalian satu pertanyaan: Mengapa anak-anak kalian harus ditawari penghapusan utang sebagai imbalan untuk berperang dan mati dalam perang yang ingin diteruskan dan diperluas oleh Israel?” tulis Baghaei.

Anak Muda Amerika Bisa Dijadikan “Tentara Bayaran”

Baghaei mengkritik gagasan tersebut dengan bahasa yang cukup keras. Menurutnya, masalah ekonomi yang dihadapi generasi muda Amerika seharusnya tidak dijadikan alat untuk memenuhi kebutuhan personel dalam sebuah perang.

Ia merujuk pada sebuah artikel opini yang dimuat The Jerusalem Post. Artikel tersebut mengusulkan skema penghapusan utang mahasiswa dan utang kartu kredit sebagai salah satu cara menarik ratusan ribu warga Amerika untuk bergabung dengan militer jika Washington memilih melakukan invasi darat ke Iran.

“Jangan biarkan siapa pun mengubah anak-anak Anda menjadi tentara bayaran untuk perang ilegal pilihan mereka,” tulis Baghaei.

Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan bagaimana Iran berusaha memanfaatkan isu ekonomi domestik Amerika untuk melancarkan serangan retoris terhadap Washington.

Bagi Teheran, gagasan tersebut dianggap memperlihatkan ironi besar. Di satu sisi, generasi muda Amerika menghadapi tekanan biaya pendidikan, utang kartu kredit, kredit kendaraan, dan pinjaman pribadi.

Di sisi lain, masalah tersebut kemudian ditawarkan sebagai insentif agar mereka bersedia masuk militer.

Gagasan Penghapusan Utang Berawal dari Artikel Opini

Usulan yang dikritik Iran tersebut berasal dari tulisan AJ Jaff. Dalam artikelnya, Jaff membahas persoalan jumlah personel militer Amerika apabila AS harus melakukan invasi darat berskala besar ke Iran.

Menurut perkiraannya, operasi semacam itu membutuhkan antara 750.000 hingga 1,5 juta tentara Amerika. Angka tersebut jauh lebih besar dibandingkan jumlah personel aktif Angkatan Darat AS yang disebut berada di kisaran 452.000 personel.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com