Internasional . 05/09/2026, 23:04 WIB

Iran Ejek Gagasan Amerika: Utang Mau Dihapus, Asal Anak Muda Siap Mati di Perang!

Penulis : Derry Sutardi  |  Editor : Derry Sutardi

Jaff menilai persoalan perekrutan menjadi salah satu tantangan besar apabila perang berkembang menjadi operasi darat dalam skala luas.

“Jumlah rekrutmen berada di bawah kebutuhan untuk invasi darat ke Iran. Hitungannya jelas tidak masuk akal,” tulis Jaff, sebagaimana dikutip dalam laporan tersebut.

Dari persoalan tersebut kemudian muncul gagasan menggunakan insentif ekonomi untuk menarik warga muda Amerika masuk militer.

Utang Mahasiswa dan Kartu Kredit Jadi Sorotan

Jaff mengusulkan penghapusan pinjaman mahasiswa dan utang kartu kredit sebagai bentuk insentif. Konsep tersebut disebut memiliki kemiripan dengan berbagai program insentif militer Amerika pada masa lalu, termasuk GI Bill, meskipun bentuk dan konteksnya berbeda.

Usulan itu menyoroti kondisi ekonomi warga Amerika berusia 18 hingga 34 tahun. Kelompok usia tersebut disebut rata-rata memiliki utang nonhipotek lebih dari 40.000 dolar AS, yang berasal dari berbagai sumber seperti pinjaman pendidikan, kredit kendaraan, dan pinjaman pribadi.

Persoalan utang tersebut kemudian ditempatkan sebagai potensi alat perekrutan.

Gagasan ini tentu saja memunculkan perdebatan. Bagi pendukungnya, insentif ekonomi dapat menjadi salah satu cara meningkatkan minat masyarakat untuk bergabung dengan militer.

Namun, bagi pihak yang mengkritiknya, mengaitkan penghapusan utang dengan kesediaan seseorang mempertaruhkan nyawa dalam perang dapat dianggap sebagai persoalan etika yang serius.

Iran kemudian menggunakan perdebatan tersebut untuk menyerang kebijakan dan narasi perang Amerika Serikat.

Iran Gunakan Meme Squid Game untuk Sindiran

Tidak hanya menggunakan pernyataan tertulis, Baghaei juga menyertakan sebuah meme satir yang merujuk pada serial populer Squid Game.

Penggunaan meme tersebut memperkuat pesan yang ingin disampaikan Iran. Baghaei menggambarkan generasi muda Amerika sebagai kelompok yang berpotensi menanggung biaya paling besar apabila konflik berkembang menjadi perang darat.

Dengan kata lain, persoalan utang dan kesulitan ekonomi anak muda digunakan sebagai simbol untuk mempertanyakan siapa sebenarnya yang akan membayar harga sebuah perang.

Baghaei bahkan merangkum kritiknya dengan kalimat yang bernada satir mengenai nyawa, pajak, dan perang yang menurutnya merupakan kepentingan pihak lain.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com