Megapolitan . 07/09/2026, 09:30 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Selain itu, Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Banten disiagakan selama 24 jam. Petugas IGD akan menerima sekaligus mengidentifikasi pasien yang datang dengan dugaan gangguan kesehatan akibat paparan debu atau abu erupsi.
"Kesiapsiagaan ini penting karena keluhan akibat paparan abu vulkanik dapat berbeda-beda pada setiap orang. Karena itu, pasien yang datang akan mendapatkan pemeriksaan dan penanganan sesuai kondisi masing-masing," tuturnya.
2. Ruang Perawatan Paru Punya 24 Tempat Tidur
RSUD Banten juga menyiapkan ruang perawatan paru dengan kapasitas 24 tempat tidur. Fasilitas tersebut menjadi bagian dari langkah antisipasi apabila jumlah pasien dengan gangguan pernapasan mengalami peningkatan.
"Selain ruang perawatan, ketersediaan obat-obatan yang berkaitan dengan penanganan gangguan paru juga telah dipersiapkan," terangnya.
Danang mengatakan, bahwa obat-obatan spesifik untuk kebutuhan paru saat ini sudah tersedia dan masih dalam proses penambahan.
"Langkah tersebut dilakukan agar rumah sakit memiliki cadangan yang cukup apabila kebutuhan pelayanan meningkat," ujarnya.
3. Ribuan Kotak Masker Disiapkan
Tidak hanya pasien, keselamatan tenaga kesehatan dan petugas rumah sakit juga menjadi perhatian. RSUD Banten memberikan masker kepada petugas yang melakukan aktivitas di area terbuka.
"Saat ini, persediaan masker yang tersedia mencapai sekitar 1.250 boks," sebutnya.
Menurut Danang, masker tersebut menjadi salah satu perlengkapan perlindungan yang digunakan untuk mengurangi paparan debu atau abu vulkanik ketika petugas harus bekerja di luar ruangan.
"Kesiapan perlindungan bagi petugas menjadi penting karena tenaga kesehatan merupakan salah satu kelompok yang tetap harus berada di lapangan untuk memastikan pelayanan rumah sakit berjalan," jelasnya.
4. Penunggu Pasien Diminta Masuk ke Dalam Gedung
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media