Politik . 17/09/2026, 20:28 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Pembahasan mengenai besaran ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT) masih menjadi bagian dari komunikasi antarpartai politik dalam proses penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu.
Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia mengatakan, terdapat sejumlah usulan angka yang disampaikan partai politik dalam pembicaraan lintas partai tersebut.
Menurut Bahlil, opsi yang muncul tidak hanya berada pada satu angka. Beberapa pihak mengusulkan ambang batas 5 persen, sementara ada pula yang menginginkan angka lebih tinggi maupun lebih rendah.
“Kalau parliamentary threshold dalam komunikasi kita dengan lintas partai, memang ada yang menginginkan ada 6, ada 7, ada 5, ada di bawah itu juga,” kata Bahlil, Kamis, 17 September 2026.
Meski terdapat sejumlah pilihan, Bahlil menyebut, angka 5 persen sebagai salah satu besaran yang dinilainya ideal untuk dimasukkan dalam pembahasan RUU Pemilu.
"Tapi mungkin angka ideal ya, angka ideal itu 5 cocok lah ya," kata Bahlil yang juga menjabat sebagai Menteri ESDM ini.
Pembicaraan mengenai ambang batas parlemen sebelumnya juga disampaikan Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Sugiono. Ia menyebut Gerindra menyatakan sikap untuk angka PT sebesar 5 persen dalam pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu.
Menurut Sugiono, sejumlah ketua umum partai politik telah melakukan pertemuan untuk bertukar pandangan mengenai berbagai substansi yang akan masuk dalam pembahasan RUU Pemilu. Dalam pertemuan tersebut, Gerindra diwakili Ketua Harian Sufmi Dasco Ahmad.
"Jadi kemarin beberapa ketua umum partai berkumpul. Partai Gerindra waktu itu diwakili oleh Pak Dasco selaku Ketua Harian untuk membicarakan mengenai hal-hal yang perlu dibicarakan dalam rangka Undang-Undang Pemilu," ujar Sugiono, Rabu, 16 September 2026.
Sugiono mengatakan pembahasan mengenai PT menjadi salah satu poin yang mendapat perhatian dalam pertemuan tersebut. Ia menyebut Gerindra telah menentukan sikap terkait angka 5 persen dan menyatakan terdapat partai lain yang menyampaikan pandangan serupa.
"Tapi satu hal yang sepertinya semua sepakat tapi saya kira saya tidak bisa berbicara atas nama partai-partai lain Gerindra juga sepakat soal PT 5 persen," ujarnya.
Namun, perkembangan terbaru menunjukkan pembicaraan di tingkat pimpinan partai masih berada pada tahap awal. Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menyebut pertemuan antarketua umum masih sebatas pertukaran pemikiran atau brainstorming, sehingga belum dapat disebut sebagai keputusan final.
Dengan demikian, angka 5 persen saat ini menjadi salah satu angka yang disampaikan dalam komunikasi politik terkait RUU Pemilu, sementara proses pembahasan dan perumusan ketentuan secara resmi masih berlangsung.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media