Hukum dan Kriminal . 01/11/2026, 12:34 WIB

Polda Metro Jaya Gerebek Kampung Bahari, 27 Orang Ditangkap dan Senjata Api Disita

Penulis : Afdal Namakule  |  Editor : Afdal Namakule

fin.co.id - Polda Metro Jaya bersama tim gabungan menggerebek kawasan Kampung Bahari, Jakarta Utara, pada Minggu, 1 November 2026.

Dalam operasi tersebut, petugas menangkap 27 orang yang diduga terlibat dalam jaringan peredaran narkotika serta menyita sejumlah barang bukti, termasuk senjata api.

Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol. Bismo Teguh Prakoso mengatakan, penggerebekan dilakukan secara serentak dari berbagai sisi untuk menjangkau sejumlah titik yang menjadi sasaran operasi.

"Kita melakukan penggerebekan dari berbagai sisi. Oleh karena itu kita lakukan serempak, kemudian kita berkolaborasi dengan semua pihak, dari BNN, Bareskrim, Polda Metro Jaya, Brimob, dan lain sebagainya," kata Kombes Pol. Bismo Teguh Prakoso saat dikonfirmasi di Jakarta, Ahad 1 November 2026.

Menurut Bismo, pada tahap awal operasi, petugas mengamankan empat orang di lokasi utama. Mereka terdiri atas satu orang yang kedapatan membawa barang bukti dan tiga orang yang diduga sebagai pengguna narkotika.

"Satu, barang bukti ada padanya, yaitu pil psikotropika, kemudian ada tiga pengguna. Nanti kita akan lakukan pendalaman," ujar Bismo.

Dalam penggerebekan tersebut, petugas menemukan berbagai jenis narkotika dalam jumlah besar. Barang bukti yang disita meliputi sabu-sabu seberat ratusan gram, ganja, hingga ribuan butir ekstasi.

Selain narkotika, aparat juga mengamankan satu unit mesin pencetak ekstasi, bong atau alat isap, senjata tajam, serta senjata api.

Petugas turut menyita sejumlah uang tunai yang diduga berkaitan dengan transaksi peredaran gelap narkotika. Uang tersebut ditemukan tersimpan bersama barang bukti ganja.

Seluruh barang bukti tersebut akan menjadi bagian dari proses penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap jaringan peredaran narkotika yang beroperasi di kawasan tersebut.

Operasi gabungan di Kampung Bahari sempat diwarnai perlawanan dari sejumlah pihak di lokasi. Namun, Bismo menegaskan situasi tersebut tidak membuat petugas kehilangan fokus terhadap sasaran utama penggerebekan.

"Perlawanan itu sebagai wujud pengalihan perhatian dari zona yang menjadi target operasi kita. Tapi kita tidak teralihkan terhadap fokus dari target operasi kita," tutur Bismo.

Polda Metro Jaya menduga kawasan tersebut masih dimanfaatkan sebagai tempat transaksi narkotika, terutama melalui lapak-lapak liar yang berdiri di sepanjang bantaran rel kereta api.

Keberadaan bangunan liar itu menjadi perhatian kepolisian karena dinilai berpotensi terus disalahgunakan untuk mendukung aktivitas peredaran narkoba.

Untuk memutus rantai peredaran narkotika di Kampung Bahari, kepolisian berencana membongkar lapak-lapak liar yang digunakan untuk aktivitas ilegal.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com