Ekonomi . 02/11/2026, 15:20 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mulai mematangkan persiapan penyelenggaraan Angkutan Laut Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru). Sejumlah langkah disiapkan, mulai dari pemeriksaan kelaiklautan kapal, penguatan armada dan trayek, hingga peningkatan keselamatan serta pelayanan di pelabuhan.
Persiapan tersebut juga mencakup rencana pemberian stimulus berupa diskon tarif dan penyediaan program tiket gratis untuk mendukung mobilitas masyarakat selama periode libur akhir tahun.
Plt. Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Samsuddin, menegaskan keselamatan pelayaran menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan angkutan Nataru. Karena itu, kondisi kapal dan pemenuhan seluruh persyaratan keselamatan harus dipastikan sebelum armada melayani penumpang.
“Dalam penyelenggaraan Angkutan Laut Natal 2026 dan Tahun Baru 2027, keselamatan pelayaran menjadi prioritas yang tidak dapat ditawar. Melalui uji kelaiklautan terhadap 2.140 kapal, kami memastikan aspek keselamatan kapal, pengawakan, pemuatan, serta perlengkapan keselamatan menjadi perhatian utama sebelum kapal beroperasi,” kata Samsuddin, Senin, 2 November 2026.
Pemeriksaan Kelaiklautan 2.140 Kapal
Salah satu langkah utama yang disiapkan Ditjen Perhubungan Laut adalah pemeriksaan kelaiklautan kapal. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 1–30 November 2026 sesuai Instruksi Direktur Jenderal Perhubungan Laut Tahun 2026.
Berdasarkan data Rencana Operasi per 30 Oktober 2026, terdapat 2.140 kapal yang masuk dalam daftar pemeriksaan. Armada tersebut terdiri atas berbagai jenis kapal yang akan mendukung layanan angkutan selama masa libur Nataru.
“Kapal yang menjadi sasaran pemeriksaan terdiri atas 511 kapal penumpang, 63 kapal Ro-Ro jarak jauh, 460 kapal Ro-Ro penyeberangan, 162 kapal tradisional, 821 kapal wisata, dan 123 kapal cepat atau High Speed Craft (HSC),” jelas Samsuddin.
Ia menjelaskan, pemeriksaan meliputi sejumlah aspek, antara lain keselamatan kapal, pencegahan pencemaran, pengawakan, garis muat dan pemuatan, kesejahteraan awak kapal, kesehatan penumpang, status hukum kapal, serta penerapan manajemen keselamatan dan keamanan.
Selain itu, petugas juga akan memeriksa kesiapan perlengkapan keselamatan jiwa, alat pemadam kebakaran, jalur evakuasi, dan pengendalian kapasitas penumpang. Kesiapan kapal dalam menghadapi kondisi cuaca buruk turut menjadi perhatian untuk mencegah terjadinya kecelakaan pelayaran.
Khusus kapal wisata, pemeriksaan direncanakan dilakukan secara langsung sebelum kapal dioperasikan. Langkah ini menjadi bagian dari persyaratan pengajuan Surat Persetujuan Berlayar (SPB), dengan kapasitas penumpang yang harus disesuaikan berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan.
Peningkatan Layanan dan Kesiapan Pelabuhan
Selain memastikan kondisi armada, Kemenhub juga menyiapkan peningkatan kualitas pelayanan di terminal penumpang pelabuhan. Penerapan pedoman standar pelayanan menjadi salah satu upaya untuk memastikan kebutuhan penumpang dapat terpenuhi selama periode angkutan Nataru.
Fasilitas yang menjadi perhatian meliputi area pembelian tiket dan check-in, pusat informasi dan pengaduan, ruang tunggu, fasilitas kesehatan, toilet termasuk toilet difabel, ruang menyusui, serta sarana pendukung lainnya.
Penggunaan tiket elektronik atau e-ticketing pada kapal penumpang juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan keteraturan pelayanan. Sistem tersebut diharapkan membantu proses pemeriksaan tiket sekaligus mengendalikan arus penumpang di kawasan pelabuhan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media