Politik . 03/11/2026, 06:24 WIB

Pedas! Akbar Faizal Minta Jokowi Berhenti Memaksakan Gibran di Panggung Politik: Dia Tidak Layak, Cukup Sudah!

Penulis : Afdal Namakule  |  Editor : Afdal Namakule

fin.co.id - Mantan anggota DPR RI dua periode sekaligus politikus senior, Akbar Faizal, melontarkan kritik keras kepada Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) terkait posisi putranya, Gibran Rakabuming Raka, sebagai Wakil Presiden.

Melalui unggahan di akun media sosial X miliknya, Akbar Faizal meminta Jokowi tidak lagi memaksakan Gibran untuk menduduki jabatan politik strategis. Ia menilai Gibran belum menunjukkan kecakapan dan kelayakan untuk mengemban jabatan sebagai wakil presiden.

Sindiran tersebut disampaikan Akbar di tengah sorotan terhadap putusan Mahkamah Agung (MA) yang menyatakan Surat Keterangan (Suket) penyetaraan pendidikan SMA milik Gibran tidak sah dan batal demi hukum.

Dalam cuitannya, Akbar secara langsung meminta Jokowi lebih mempertimbangkan kepentingan masyarakat luas ketimbang ambisi politik keluarga.

"Sayangi anakmu. Tapi jangan korbankan kepentingan orang banyak apalagi untuk jabatan setinggi Wapres. Cukup sudah" tulis Akbar Faizal dikutip pada Selasa 3 Oktober 2026.

Akbar kemudian menyinggung posisi Gibran sebagai orang nomor dua di Indonesia. Ia menyebut masyarakat turut merasakan dampak dari apa yang dinilainya sebagai ketidakcakapan dan ketidaklayakan Gibran dalam menjalankan tugas sebagai wakil presiden.

"Bukan hanya @gibran_tweet. Kami pun ikut tersiksa melihat penderitaan dia menanggung beban ketakcakapan dan ketaklayakan sebagai Wapres" ujar Faizal.

Tak berhenti sampai di situ, Akbar juga menyampaikan pesan secara langsung kepada Jokowi agar tidak lagi mengusung putranya untuk jabatan politik.

"Pak @jokowi, anakmu tak layak. Carilah anak negeri lainnya yang pantas untuk Saudara usung jika memang bermaksud berkontribusi pada masa depan bangsa ini" katanya.

Akbar turut menyinggung persoalan dokumen pendidikan Gibran yang belakangan kembali menjadi perhatian publik setelah putusan MK dan MA.

"Seluruh perangkat negara telah memutuskan ijazah anakmu hasil manipulasi kewenangan" katanya.

Ia kemudian menegaskan bahwa persoalan yang disorotnya tidak semata-mata berkaitan dengan dokumen pendidikan, tetapi juga menyangkut kapasitas Gibran sebagai pejabat negara.

"Sebenarnya ijazah hanya satu hal. Tapi mata kepala dan pikiran kami melihat ketaklayakannya" ujarnya.

Pada bagian akhir unggahannya, Akbar meminta Jokowi bersikap legawa menerima kenyataan dan tidak lagi memaksakan kehendak politiknya.

"Berjiwa besarlah untuk menerima realitas ini. Cukup sudah. Cukup Pak!"

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com