Nasional . 05/11/2026, 20:14 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), memastikan pembangunan Jakarta Sewerage Development Project (JSDP) Zona 1 terus berjalan sesuai target. Proyek pengolahan air limbah tersebut ditargetkan selesai pada September 2027 dengan nilai investasi mencapai Rp7,7 triliun.
AHY menyampaikan, berdasarkan hasil peninjauan dan pemaparan yang diterimanya pada Kamis, 5 November 2026, perkembangan pembangunan JSDP Zona 1 telah mencapai sekitar 76 persen. Capaian tersebut bahkan lebih cepat dibandingkan jadwal pelaksanaan yang telah ditetapkan.
"Tadi saya mendapatkan penjelasan bahwa proyek yang kurang lebih memakan anggaran Rp7,7 triliun ini, Ini harapannya bisa diselesaikan tahun depan, di bulan September tahun depan," kata AHY, Kamis, 5 November 2026.
Ia optimistis sisa pekerjaan dapat diselesaikan dalam waktu delapan hingga sembilan bulan ke depan sehingga proyek tersebut bisa beroperasi sesuai rencana.
"Per hari ini progresnya sebetulnya lebih cepat dari timeline yang telah ditentukan, 76 persen kurang lebih ya," ujar AHY.
"Kalau tidak salah 76 persen, artinya dalam kurun waktu 8-9 bulan ke depan ini kita bisa terus kejar kejar dan pastikan bahwa benar-benar akan terwujud dengan baik," sambungnya.
Menurut AHY, pembangunan JSDP merupakan langkah strategis pemerintah dalam mengatasi persoalan limbah perkotaan sekaligus memperkuat ketersediaan air bersih bagi masyarakat Jakarta.
Ia menilai pengelolaan limbah yang tidak optimal dapat memicu persoalan lingkungan serius dan berdampak langsung terhadap kesehatan masyarakat.
"Karena itu sendiri merupakan permasalahan lingkuan Ketika sampah atau limbah tidak bisa kita kelola dengan baik Maka ini akan menjadi permasalahan serius bagi kesehatan masyarakat," tuturnya.
AHY menjelaskan, pengelolaan air limbah menjadi tantangan tersendiri bagi kota metropolitan dengan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi. Limbah yang berasal dari aktivitas rumah tangga maupun industri harus ditangani melalui sistem pengolahan yang memadai agar tidak mencemari lingkungan.
Di sisi lain, keberadaan JSDP diharapkan mampu mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih, terutama bagi warga Jakarta Utara, Jakarta Pusat, dan Jakarta Barat.
Upaya tersebut sekaligus diarahkan untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap penggunaan air tanah. Pasalnya, pengambilan air tanah secara berlebihan menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap penurunan permukaan tanah atau land subsidence.
"Dengan demikian kita tidak berharap terlalu banyak melakukan ekstraksi air dalam tanah. Itulah yang sering menyebabkan land subsidence, penurunan permukaan tanah," jelasnya.
Proyek yang merupakan hasil kerja sama antara Indonesia dan Jepang ini dirancang untuk menjangkau sekitar satu juta penduduk atau setara dengan 220 ribu keluarga dan rumah tangga.
AHY menekankan, pembangunan jaringan perpipaan harus menjadi perhatian bersama antara Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Infrastruktur tersebut menjadi bagian penting agar layanan pengolahan limbah dapat menjangkau masyarakat secara optimal.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media