Hukum dan Kriminal . 07/11/2026, 07:43 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
fin.co.id – Patroli personel TNI di wilayah Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, berujung kontak senjata dengan dua orang yang diduga anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM). Dalam insiden tersebut, aparat berhasil mengamankan sejumlah senjata dan perlengkapan yang ditinggalkan di sebuah bangunan kayu.
Peristiwa itu terjadi di sekitar Kali Braza, Kampung Kimbule, Distrik Kurima, Kabupaten Yahukimo, Selasa 3 November 2026. Personel yang terlibat merupakan bagian dari Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 3 Marinir di bawah Koops TNI Habema.
Berdasarkan siaran pers resmi Koops TNI Habema yang diterima di Jakarta, Jumat, operasi patroli tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan sekaligus melindungi masyarakat Papua dari gangguan kelompok bersenjata.
Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol Inf. M. Wirya Arthadiguna mengungkapkan, patroli dilakukan setelah aparat menerima informasi mengenai aktivitas kelompok bersenjata OPM di kawasan tersebut.
"Patroli untuk menindaklanjuti informasi mengenai keberadaan kelompok bersenjata OPM Kodap XVI/Yahukimo pimpinan Elkius Kobak yang diduga memanfaatkan kawasan tersebut sebagai tempat persinggahan," kata Wirya.
Saat menyisir wilayah Kampung Kimbule, personel menemukan sebuah bangunan berbahan kayu yang menimbulkan kecurigaan. Ketika mendekati lokasi, prajurit melihat dua orang keluar dan melarikan diri dari bangunan tersebut.
Aparat sempat memberikan peringatan agar keduanya menghentikan langkah. Namun, imbauan itu tidak diindahkan hingga situasi berkembang menjadi baku tembak antara personel TNI dan kedua orang tersebut.
Meski terjadi kontak senjata, insiden itu tidak menimbulkan korban jiwa ataupun korban luka dari kedua pihak.
"Kontak tembak berakhir tanpa korban jiwa maupun luka-luka dari kedua pihak. Personel selanjutnya melaksanakan pengamanan lokasi dan menemukan sejumlah persenjataan serta perlengkapan yang ditinggalkan," jelas Wirya.
Dari hasil pemeriksaan di lokasi, personel TNI menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan aktivitas kelompok bersenjata tersebut.
Barang bukti yang diamankan meliputi satu pucuk senjata api rakitan kaliber 5,56 mm, pistol airsoft gun, alat bidik teleskop, sejumlah amunisi, senjata tajam, busur dan anak panah, perangkat komunikasi, serta dokumen dan perlengkapan lainnya.
Seluruh barang temuan tersebut kemudian diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.
Wirya menegaskan, TNI akan terus meningkatkan pengamanan di wilayah Papua guna mencegah gangguan keamanan yang dilakukan kelompok bersenjata.
Dia juga memastikan patroli di sejumlah wilayah rawan akan tetap dilaksanakan secara rutin sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan masyarakat. *
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media