Politik . 08/11/2026, 19:01 WIB

Golkar Diminta Perkuat Ekosistem Digital, Sarmuji Peringatkan Risiko Tertinggal Kemajuan

Penulis : Esnoe Faqih Wardhana  |  Editor : Esnoe Faqih Wardhana

fin.co.id - Perubahan perilaku masyarakat dalam menerima informasi mulai mengubah peta persaingan partai politik. Kerja nyata kader di tengah masyarakat saja tidak lagi cukup apabila tidak diikuti kemampuan membangun komunikasi dan persepsi positif melalui ruang digital.

Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji mengingatkan pentingnya membangun ekosistem digital untuk menjaga eksistensi sekaligus memperkuat daya saing partai menghadapi perubahan politik pada masa depan.

Pesan tersebut disampaikan Sarmuji saat membuka Rakornas Media, Digital dan Semiloka Artificial Intelligence (AI) Partai Golkar Tahun 2026 di DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, Jumat, 6 November 2026.

Menurutnya, perkembangan teknologi telah mengubah cara masyarakat memperoleh dan mengolah informasi. Karena itu, partai politik harus menyesuaikan strategi komunikasi agar tetap relevan dan dapat menjangkau berbagai lapisan masyarakat.

Empat Wajah Partai dalam Persaingan Politik

Sarmuji mengacu pada teori tiga wajah partai politik yang dikemukakan Richard Katz dan Peter Mair. Teori tersebut membagi keberadaan partai ke dalam tiga dimensi, yakni partai dalam pemerintahan, partai sebagai organisasi, dan partai di tengah masyarakat.

Pada dimensi pemerintahan, kualitas kinerja kader yang menduduki jabatan publik menjadi gambaran partai di mata masyarakat. Cakupannya mulai dari menteri, gubernur, wali kota hingga bupati.

“Kalau wajah partai dirangkum itu jadi baik. Satu poin dari tiga poin,” ujar Sarmuji.

Dimensi organisasi berkaitan dengan kualitas internal partai. Aspek ini mencakup suasana kerja, proses pembelajaran dan pertumbuhan organisasi, serta pelaksanaan demokrasi internal.

Sementara itu, wajah partai di tengah masyarakat tercermin melalui aktivitas anggota fraksi, pengurus daerah, dan kader dalam menjaga hubungan dengan konstituen.

Sarmuji menilai anggota fraksi dan pengurus DPD perlu aktif menjalin komunikasi dengan masyarakat. Mereka harus menyerap aspirasi, meneruskan berbagai persoalan, serta menindaklanjuti keluhan dan kebutuhan warga.

Namun, ketiga dimensi tersebut dinilai belum cukup untuk menggambarkan kekuatan partai pada era sekarang. Sarmuji menyebut kehadiran di dunia digital perlu menjadi dimensi tambahan yang tidak bisa diabaikan.

“Di era sekarang, tiga poin itu saja rasanya tidak cukup. Harus ada satu poin tambahan yang saat ini menjadi satu kejelasan fenomena di mana-mana, yaitu bagaimana wajah partai di dalam dunia digital berkembang,” katanya.

Kerja Nyata Kader Harus Diimbangi Kinerja Persepsi

Sarmuji menjelaskan, aktivitas politik yang dilakukan kader secara langsung belum tentu diketahui masyarakat apabila tidak disampaikan melalui saluran komunikasi yang efektif.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com