Denny JA: Kemandirian Energi Adalah Sebuah Keharusan
Hari ini, Indonesia memproduksi sekitar 600 ribu barel minyak per hari. Sementara kebutuhan riil nasional mencapai 1,2 hingga 1,4 juta barel per hari.
3.Stabilitas Kebijakan Jangka Panjang
Industri energi memerlukan arah kebijakan yang konsisten, lintas masa pemerintahan.
“Setiap ganti rezim, ganti kebijakan—itulah yang menghancurkan fondasi energi Venezuela.”
Untuk mewujudkan kemandirian energi, Indonesia perlu mengadopsi strategi komprehensif yang mencakup percepatan eksplorasi lahan migas baru, pemberian insentif fiskal bagi investor energi, serta penguatan riset dan pengembangan teknologi eksplorasi domestik.
Baca Juga
Selain itu, diversifikasi sumber energi menjadi keharusan. Misalnya dengan mempercepat transisi ke energi terbarukan seperti panas bumi, surya, dan bioenergi, Indonesia dapat mengurangi ketergantungan pada impor minyak.
Pemerintah juga perlu menetapkan roadmap energi nasional yang jelas, memastikan keberlanjutan kebijakan lintas pemerintahan, dan membangun ekosistem tata kelola yang transparan serta akuntabel.
Kolaborasi antara pemerintah, BUMN, swasta, dan lembaga riset harus diperkuat agar inovasi dan investasi berjalan beriringan demi ketahanan energi jangka panjang.
Menutup sambutannya, Denny JA menyampaikan harapan kolektif dengan sentuhan humor yang sarat makna:
“Dalam dunia Marvel, kita mengenal Fantastic Four. Itu empat tokoh yang menjaga keadilan.
Di sini, kami punya delapan komisaris. Bolehlah kita menyebut diri sebagai Fantastic Eight.”
Baca Juga
“Semoga, saat masa jabatan ini usai, kita tinggalkan Pertamina Hulu Energi dalam posisi yang lebih kuat: produksi meningkat, kebijakan lebih kokoh, dan kita semua bisa meninggalkan jabatan ini dengan kepala lebih tegak.”