Airlangga Bantah Isu ‘Rojali-Rohana’, Tegaskan Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,12 Persen

news.fin.co.id - 06/08/2025, 21:21 WIB

Airlangga Bantah Isu ‘Rojali-Rohana’, Tegaskan Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,12 Persen

Ilustrasi - Suasana pusat perbelanjaan di Jakarta yang tampak lengang - Dok. Bianca Khairunissa -

fin.co.id – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menepis isu tentang lemahnya daya beli masyarakat yang digambarkan melalui istilah ‘Rojali’ (Rombongan Jarang Beli) dan ‘Rohana’ (Rombongan Hanya Nanya). Menurutnya, narasi tersebut tidak mencerminkan kondisi ekonomi Indonesia saat ini yang justru mencatat pertumbuhan positif.

Pertumbuhan Ekonomi Tembus 5,12 Persen pada Kuartal II-2025

Dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Perekonomian, Selasa, 5 Agustus 2025, Airlangga mengungkapkan bahwa ekonomi Indonesia tumbuh 5,12 persen pada kuartal II-2025. Angka ini menunjukkan peningkatan dari kuartal sebelumnya yang hanya tumbuh 4,87 persen.

“Ini menunjukkan bahwa isu Rojali dan Rohana hanya ditiup-tiup. Faktanya, ekonomi kita tumbuh,” kata Airlangga dengan nada optimis.

Advertisement

Sektor Riil dan Inflasi Jadi Bukti Kuatnya Konsumsi

Airlangga juga menyoroti kinerja sektor riil sebagai bukti bahwa aktivitas konsumsi masyarakat masih berjalan baik. Tiga perusahaan di sektor manufaktur dan ritel bahkan mencatatkan pertumbuhan pendapatan signifikan sepanjang semester I-2025, masing-masing sebesar 4,99 persen, 6,85 persen, dan 12,87 persen. Meski tidak menyebutkan nama-nama perusahaan tersebut, ia menyatakan bahwa data ini cukup untuk menunjukkan kekuatan pasar domestik.

Selain itu, tingkat inflasi inti (core inflation) yang berada di angka 2,32 persen juga menunjukkan bahwa daya beli masyarakat tetap terjaga. “Artinya masyarakat masih melakukan konsumsi secara kuat. Ini ditunjukkan oleh angka inflasi,” ujar Airlangga.

Pemerintah Optimis Capai Target Pertumbuhan 5,2 Persen

Setelah capaian menggembirakan di kuartal kedua, pemerintah kini membidik pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2 persen untuk semester II-2025. Airlangga menyatakan optimisme tersebut sangat realistis, mengingat momentum pemulihan yang terus berlanjut.

“Alhamdulillah, kita kembali ke jalur pertumbuhan 5 persen. Ini kabar baik,” tambahnya.

Indonesia Masuk Daftar Negara dengan Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi

Dalam konteks global, Airlangga menyebut Indonesia sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di dunia. Ia mengungkapkan bahwa hanya China yang mencatatkan pertumbuhan lebih tinggi, yakni sebesar 5,2 persen. Negara lain seperti Malaysia, Singapura, Korea Selatan, dan Amerika Serikat justru berada di bawah capaian Indonesia.

Peran Pemerintah dalam Ekosistem Ekonomi

Advertisement

Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi turut memberikan tanggapan soal data pertumbuhan ekonomi yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS). Menurutnya, meski perhitungan teknis merupakan kewenangan BPS, pemerintah memiliki peran penting dalam menciptakan ekosistem pertumbuhan melalui berbagai program dan stimulus ekonomi.

“Cara menghitung memang kewenangan BPS. Tapi pertumbuhan ini hasil dari ekosistem yang dibangun pemerintah melalui stimulus ekonomi,” kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan.

Sigit Nugroho
Sigit Nugroho
Penulis

Penulis FIN.CO.ID