Fenomena Rojali-Rohana Tidak Mewakili Seluruh Realitas
Prasetyo juga mengakui bahwa fenomena ‘Rojali’ dan ‘Rohana’ memang ada di kalangan masyarakat dengan daya beli terbatas, terutama di kelompok ekonomi terbawah atau desil 1 dan 2. Namun, ia menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak bisa dijadikan representasi keseluruhan dari perekonomian nasional.
“Itu menjadi pengingat bahwa masih ada saudara kita yang perlu dibantu, namun bukan berarti pertumbuhan ekonomi tidak terjadi,” tegasnya.
Kesimpulan: Optimisme Pertumbuhan di Tengah Isu Daya Beli
Pernyataan Airlangga dan Prasetyo menunjukkan bahwa pemerintah tetap optimis terhadap arah pertumbuhan ekonomi nasional. Meski ada kelompok masyarakat yang belum merasakan pemulihan secara merata, data pertumbuhan dan inflasi membuktikan bahwa konsumsi domestik masih kuat. Isu ‘Rojali’ dan ‘Rohana’ pun dianggap sebagai gambaran parsial yang tidak mewakili keseluruhan realitas. (Bianca Khairunissa)