Bisik Disway

Peta Bendungan Indonesia Swasembada

Dengan alokasi Rp20,5 triliun, program ini jadi kunci swasembada pangan, kesejahteraan petani dan masa depan Indonesia.

Peta Bendungan Indonesia Swasembada
Strategi besar mewujudkan Lumbung Pangan Indonesia. Pembangunan 15 bendungan & irigasi multifungsi: pengairan sawah, pembangkit listrik, pengendali banjir dan penyedia air baku. Dengan alokasi Rp20,5 triliun, program ini jadi kunci swasembada pangan, kesejahteraan petani dan masa depan Indonesia.

Jawa Barat: Bendungan Cibeet dan Cijurey di Kabupaten Bogor, dirancang untuk mendukung pertanian di sekitar Jakarta dan mengatasi masalah kekeringan musiman.

Jawa Tengah: Bendungan Jlantah, dengan kapasitas tampung 10,97 juta m³, siap mengairi 1.494 hektare lahan dan menghasilkan listrik 0,6 MW.

Jawa Timur: Bendungan Bagong, yang akan meningkatkan produktivitas pertanian di Jatim.

Kalimantan Selatan: Bendungan Riam Kiwa, mendukung ketahanan pangan di Kalimantan.

Gorontalo: Bendungan Bulango Ulu, untuk irigasi dan pengendalian banjir di Sulawesi Utara.

Sulawesi Barat: Bendungan Budong-Budong, memperkuat sektor pertanian lokal.

Sulawesi Selatan: Bendungan Jenelata di Kabupaten Gowa.

Sulawesi Tenggara: Bendungan Pelosika.

Nusa Tenggara Barat (NTB): Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat, dengan kapasitas 12 juta m³, mengairi 1.559 hektare lahan dan potensi listrik 0,8 MW.

Nusa Tenggara Timur (NTT): Bendungan Mbay dan Manikin, dengan Bendungan Mbay mencapai progres 80,69% dan siap mendukung swasembada air di NTT.

Maluku: Bendungan Way Apu, untuk wilayah timur Indonesia.

Bali: Bendungan Sidan, dengan daya tampung 5,76 juta m³.

Kalimantan Timur: Bendungan Sepaku Semoi, mendukung pertanian di sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN).

Lokasi-lokasi ini dipilih berdasarkan potensi pertanian dan kebutuhan air, memastikan program ini inklusif dan merata.

Investasi Besar untuk Masa Depan 

Berita Terkait