Kementan menjadi leading sector, sedangkan Kementerian PU hadir sebagai mitra strategis yang menyediakan infrastruktur bendungan dan irigasi
"Memastikan ketersediaan pasokan air irigasi untuk mendukung produktivitas pertanian," tuturnya.
Angkanya juga sudah disampaikan. Sebagai salah satu program prioritas hingga 2029, dukungan Kementerian PU diwujudkan melalui pembangunan irigasi seluas 180 ribu hektar dan rehabilitasi jaringan irigasi seluas 1,3 juta hektare.
Selain itu, masih kata Diana, bendungan juga mendukung ketahanan energi. Melalui Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTMH), dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung.
"Sekaligus memberikan manfaat publik seperti pengendalian banjir dan penyediaan air baku," urainya.
"Dengan pendekatan ini, Kementerian PU memperkuat fondasi ketahanan pangan nasional dan mendukung visi kedaulatan pangan Indonesia," papar Diana.
Kementerian PU merancang bendungan dengan konsep multifungsi untuk mendukung swasembada pangan dan ketahanan energi sesuai Asta Cita Presiden Prabowo.
Selain menyediakan air irigasi untuk mendukung ketahanan pangan, bendungan ini juga berfungsi dalam pengendalian banjir, penyediaan air baku, dan mendukung energi baru dan terbarukan.
"Seperti PLTA, PLTS terapung dan potensi mini-hidro, serta pengembangan pariwisata dan ekonomi lokal," ungkapnya.
Dengan pendekatan ini, infrastruktur tidak semata-mata untuk pertanian. Namun juga memperkuat ketahanan pangan, air dan energi nasional secara menyeluruh.
"Bendungan juga dikembangkan sebagai destinasi pariwisata, menciptakan nilai tambah ekonomi lokal yang berkelanjutan," imbuhnya.
Kementerian PU Melanjutkan Pembangunan 15 Bendungan Strategis, Yaitu:
1. Bendungan Way Apu (Maluku)
2. Bendungan Jragung (Jawa Tengah)
3. Bendungan Bulango Ulu (Gorontalo)