Peta Bendungan Indonesia Swasembada

news.fin.co.id - 01/09/2025, 10:45 WIB

Peta Bendungan Indonesia Swasembada

Strategi besar mewujudkan Lumbung Pangan Indonesia. Pembangunan 15 bendungan & irigasi multifungsi: pengairan sawah, pembangkit listrik, pengendali banjir dan penyedia air baku. Dengan alokasi Rp20,5 triliun, program ini jadi kunci swasembada pangan, kesejahteraan petani dan masa depan Indonesia.

Beberapa contoh wilayah yang menjadi fokus program ini antara lain:

Pulau Jawa: Meskipun padat penduduk, Jawa masih memiliki potensi besar untuk meningkatkan produktivitas pertanian dengan optimalisasi irigasi, terutama di daerah sentra produksi beras. Seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Rehabilitasi jaringan irigasi yang sudah menua dan pembangunan bendungan skala kecil menjadi prioritas.

Sumatera: Wilayah seperti Lampung, Sumatera Selatan, dan Aceh memiliki lahan pertanian luas yang sangat bergantung pada irigasi. Pembangunan bendungan baru di sungai-sungai besar akan membuka potensi lahan basah dan meningkatkan indeks pertanaman.

Kalimantan: Dengan lahan gambut dan pasang surut, Kalimantan membutuhkan sistem irigasi khusus yang tidak hanya mengalirkan air. Tetapi juga mengelola tata air gambut untuk pertanian berkelanjutan dan pencegahan kebakaran.

Sulawesi: Sentra pertanian seperti Sulawesi Selatan akan mendapatkan manfaat dari peningkatan kapasitas bendungan dan jaringan irigasi untuk komoditas pangan utama.

Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB): Daerah-daerah ini sering menghadapi kekeringan panjang. Pembangunan embung dan bendungan kecil sangat krusial untuk menampung air hujan dan menyediakan air irigasi sepanjang tahun, mengubah lahan kering menjadi produktif.

Papua: Dengan potensi lahan yang sangat luas dan belum tergarap maksimal, pembangunan infrastruktur irigasi di Papua akan menjadi kunci untuk mengembangkan lumbung pangan baru di masa depan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat adat.

Proyek-proyek ini tidak hanya berpusat pada mega-bendungan. Tetapi juga mencakup ribuan embung desa, irigasi tersier, dan sumur bor dalam untuk menjangkau petani di pelosok.

Ini adalah pendekatan holistik yang memastikan pemerataan akses air untuk pertanian di seluruh pelosok negeri.

Salah satu keunggulan utama program ini adalah integrasi multifungsi bendungan. Tidak hanya sebagai penyimpan air untuk irigasi, bendungan-bendungan ini juga dirancang untuk menghasilkan energi listrik melalui pembangkit listrik tenaga air (PLTA) atau surya (PLTS), mengurangi risiko banjir, dan menyediakan air baku untuk masyarakat.

Menurut data Kementerian Pekerjaan Umum (PU), program ini akan meningkatkan intensitas tanam hingga 300% di lahan irigasi, yang berarti produksi pangan seperti padi bisa melonjak secara signifikan.

Menyebar dari Aceh Hingga Maluku 

Pada 2025 saja, pemerintah menargetkan pembangunan 17 bendungan baru, dengan fokus pada daerah-daerah yang membutuhkan dukungan irigasi intensif.

Aceh: Bendungan Rukoh di Kabupaten Pidie dan Bendungan Keureuto di Kabupaten Aceh Utara. Kedua bendungan ini akan mengairi ribuan hektare lahan pertanian, mengurangi banjir hingga 89%, dan menyediakan air baku untuk kebutuhan sehari-hari.

Sumatra Selatan: Bendungan Tiga Dihaji, yang akan memperkuat irigasi di wilayah selatan Sumatra.

Khanif Lutfi
Khanif Lutfi
Penulis

Penulis FIN.CO.ID