- Ketersediaan air baku: Memastikan pasokan air untuk kebutuhan rumah tangga,industri, dan kota, terutama di wilayah perkotaan dan industri.
- Pengembangan ekonomi lokal: Meningkatkan lapangan kerja saat pembangunan maupun operasional, dan mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis sumber daya air
- Pariwisata dan edukasi: Bendungan sering menjadi destinasi wisata dan pusat edukasi pengelolaan sumber daya air.
- Ketahanan terhadap perubahan iklim: Menjadi infrastruktur adaptasi yang membantu mengatur ketersediaan air saat terjadi perubahan pola curah hujan
Diana menambahkan, secara strategis, pembangunan bendungan adalah investasi jangka panjang yang mendukung ketahanan pangan, mendorong pemanfaatan energi bersih, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
"Dengan pengelolaan yang tepat,bendungan menjadi infrastruktur kunci untuk mencapai ketahanan nasional dan keberlanjutan lingkungan," tukasnya.
Bendungan Harus Bawa Manfaat Nyata Bagi Petani
Anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Johan Rosihan, menilai program pembangunan 15–17 bendungan baru dan jaringan irigasi modern yang dicanangkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah penting dalam memperkuat ketahanan pangan, air, dan energi nasional.
Menurutnya, bendungan bukan hanya proyek infrastruktur. Tetapi juga harus menjadi instrumen nyata untuk mendongkrak produktivitas dan kesejahteraan petani.
“Saya sangat mendukung program pembangunan bendungan, tapi perlu ditekankan: manfaatnya harus benar-benar sampai ke sawah dan ladang rakyat, bukan berhenti di beton bendungan,” ujar Johan saat dikonfirmasi disway pada Kamis 28 Agustus 2025.
Politikus asal Pulau Sumbawa ini menambahkan pembangunan bendungan harus dipahami sebagai bagian dari ekosistem pertanian yang lebih besar.
“Yang dibutuhkan petani bukan sekadar air mengalir, tapi sistem irigasi yang menyeluruh hingga ke saluran tersier dan kuarter. Kalau tidak, bendungan hanya jadi proyek mercusuar,” tegasnya.
Lebih lanjut, Johan menyebut dirinya menaruh perhatian serius pada bagaimana pembangunan bendungan ini dikaitkan langsung dengan peningkatan indeks pertanaman dan pengembangan lumbung pangan berbasis kawasan.
Ia menilai partisipasi petani sejak tahap perencanaan hingga pemanfaatan air harus diperkuat.
“Petani harus dilibatkan sejak awal, termasuk dalam tata kelola air. Kalau tidak, kita hanya akan melihat bendungan besar. Tapi sawah kekeringan,” jelasnya.