Peta Bendungan Indonesia Swasembada

news.fin.co.id - 01/09/2025, 10:45 WIB

Peta Bendungan Indonesia Swasembada

Strategi besar mewujudkan Lumbung Pangan Indonesia. Pembangunan 15 bendungan & irigasi multifungsi: pengairan sawah, pembangkit listrik, pengendali banjir dan penyedia air baku. Dengan alokasi Rp20,5 triliun, program ini jadi kunci swasembada pangan, kesejahteraan petani dan masa depan Indonesia.

Pemerintahan Prabowo alokasikan anggaran masif untuk program ini, menunjukkan komitmen tinggi terhadap ketahanan pangan.

Untuk penyelesaian 15 bendungan prioritas selama 2025-2029, dialokasikan Rp44,74 triliun.

Pada 2025, Kementerian PU mendapat pagu anggaran Rp116,23 triliun, dengan tambahan Rp40,59 triliun khusus untuk infrastruktur SDA.

Termasuk bendungan dan irigasi. Selain itu, untuk infrastruktur lumbung pangan pada RAPBN 2026, disiapkan Rp11,9 triliun.

Anggaran ini mencakup pembangunan bendungan baru, rehabilitasi jaringan irigasi seluas 15.000 hektare, dan peningkatan daerah irigasi 2.000 hektare.

Beberapa bendungan spesifik, seperti Bendungan Rukoh (Rp1,7 triliun), Keureuto (Rp2,73 triliun), Jlantah (Rp1,02 triliun), dan Meninting (Rp1,4 triliun), menunjukkan efisiensi penggunaan dana untuk manfaat maksimal.

Total, program ini akan menambah 259 bendungan di Indonesia hingga akhir 2025, dengan 11 inisiasi baru di era Prabowo.

Transformasi Ekonomi dan Lingkungan

Program bendungan dan irigasi Prabowo menawarkan kelebihan luar biasa yang membuatnya unggul dibandingkan inisiatif sebelumnya.

1. Peningkatan produksi pangan: Dengan irigasi yang lebih baik, lahan pertanian bisa panen tiga kali setahun, mendukung swasembada pangan yang menjadi visi utama Prabowo.

Bendungan seperti Mbay di NTT akan menyuplai air untuk 6.000 hektare lahan, meningkatkan hasil panen dan kesejahteraan petani.

2. Pengendalian banjir dan mitigasi bencana: Bendungan dirancang untuk mengurangi banjir hingga 90% di daerah rawan. Seperti di Aceh dan Jawa. Ini menyelamatkan ribuan hektare lahan dan infrastruktur, menghemat biaya pemulihan pasca-bencana.

3. Penyediaan air baku dan energi: Setiap bendungan menyediakan air bersih untuk masyarakat, seperti 0,90 m³/detik dari Bendungan Rukoh. Plus, potensi PLTA dan PLTS hingga ratusan MW, mendukung transisi energi hijau.

Keunggulan lainnya adalah dampak ekonomi: Penciptaan lapangan kerja ribuan orang selama konstruksi, pertumbuhan UMKM di sekitar bendungan, dan peningkatan nilai tambah pertanian.

Program ini juga ramah lingkungan, dengan teknologi seperti Building Information Modeling (BIM) untuk efisiensi, dan integrasi dengan program lain. Seperti Makan Bergizi Gratis dan Sekolah Rakyat.

Khanif Lutfi
Khanif Lutfi
Penulis

Penulis FIN.CO.ID