fin.co.id – Proyek galian pengelolaan air limbah di kawasan perempatan Tugu Tani, Menteng, Jakarta Pusat, membuat arus lalu lintas tersendat parah. Pantauan Disway Group, Selasa, 14 Maret 2025, sekitar pukul 09.00 WIB, terlihat proyek galian milik pemerintah pusat itu berada di Jalan Menteng Raya, tepat sebelum lampu merah perempatan Tugu Tani.
Pada papan pembatas proyek tertulis bahwa galian tersebut merupakan proyek JSPD Zone 1 Paket 5 Area (2-1), bagian dari pengembangan sistem pengelolaan air limbah domestik terpusat (JSDP) di Jakarta.
Galian serupa juga terlihat di sepanjang Jalan Menteng Raya, mulai dari depan Kantor Pos Cikini hingga menjelang Taman Ismail Marzuki (TIM). Akibatnya, arus lalu lintas dari arah Stasiun Cikini hingga Stasiun Gambir mengalami kepadatan.
Di perempatan Tugu Tani, situasi makin semrawut karena papan pembatas proyek memakan separuh badan jalan, membuat lajur menyempit dan kendaraan menumpuk di lampu merah. Klakson kendaraan pun bersahutan.
Sejumlah pengendara motor mengaku kesal dengan proyek yang belum kunjung rampung.
“Jadi macet gini. Lagian galian segede gaban gitu papannya sampai meleber ke tengah jalan,” ujar Irfan, pengemudi ojek online yang tengah mengantarkan paket ke Pasar Baru.
Irfan menduga proyek galian ini muncul menjelang akhir tahun hanya untuk menghabiskan anggaran.
“Kita curiga juga sih kalau itu. Soalnya banyak banget, di Gunung Sahari tuh berderet kecil-kecil,” tambahnya.
Senada, Hermanto, pemotor lainnya, mengaku terganggu dengan proyek galian yang dikerjakan bersamaan di banyak lokasi.
“Bukan di sini aja, baru-baru ada di Gatot Subroto, terus di Gunung Sahari, banyak pokoknya. Kalau pagi sama sore tambah macet, nih Jakarta banget,” keluhnya.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berjanji akan menertibkan proyek galian yang menyebabkan kemacetan di berbagai ruas jalan.
“Sebenarnya galian kami sudah mulai tertibkan,” kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat, 10 Oktober 2025.
Ia mencontohkan proyek galian di Jalan TB Simatupang yang kini sudah dibereskan.
“Di TB Simatupang kan sekarang sudah enggak macet lagi karena yang (galian) PAL Jaya dan sebagainya sudah (dibereskan),” jelasnya.
Namun, Pramono menegaskan tidak semua proyek galian merupakan tanggung jawab Pemprov DKI Jakarta. Sebagian besar justru milik swasta dan pemerintah pusat.