Dalam pertemuan di Kemhan, kedua belah pihak saling bertukar cendera mata sebagai simbol kerja sama dan persahabatan militer antara dua negara. Menteri Sjafrie bahkan memberikan pedang kehormatan, plakat, dan koin kenangan kepada Jenderal Anil.
Selain pembahasan rudal dan industri alutsista, kedua negara juga menjajaki kerja sama di bidang farmasi pertahanan dan kedokteran militer.
“India dikenal sebagai produsen obat-obatan yang kuat dengan harga terjangkau. Kami sedang menjajaki kerja sama di bidang farmasi pertahanan, untuk mencari sumber obat yang bisa kita produksi sendiri,” ujar Donny.
Kemhan Indonesia saat ini telah mengelola laboratorium farmasi militer dari tiga matra TNI, termasuk produksi multivitamin dan obat esensial untuk prajurit. Donny menambahkan, Indonesia juga akan mengirim dokter militer ke India untuk memperdalam spesialisasi medis pertahanan.