Di KTT APEC, Presiden Lee Jae Myung Sebut 2025 Jadi Titik Balik Pemulihan Demokrasi Korea

news.fin.co.id - 31/10/2025, 13:23 WIB

Di KTT APEC, Presiden Lee Jae Myung Sebut 2025 Jadi Titik Balik Pemulihan Demokrasi Korea

Presiden Korea Lee Jae Myung menyebut tahun ini menjadi sejarah bagi negaranya karena rakyat Korea berhasil memulihkan demokrasi disana (Youtube)

KTT APEC ke-32 di Gyeongju tahun ini menjadi panggung penting bagi negara-negara Asia Pasifik untuk memperkuat solidaritas di tengah dinamika global. Isu-isu seperti ketahanan ekonomi, keamanan pangan, transisi energi bersih, serta penguatan rantai pasok global menjadi topik utama yang dibahas dalam forum tersebut.

Bagi Korea Selatan, pertemuan ini juga menjadi ajang untuk menegaskan posisi mereka sebagai mitra strategis dalam menciptakan kawasan Asia Pasifik yang stabil dan berorientasi masa depan. Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Lee menekankan pentingnya inovasi, kolaborasi lintas sektor, dan inklusivitas dalam pembangunan ekonomi regional.

Demokrasi dan Ekonomi Jadi Dua Pilar Pembangunan Korea

Presiden Lee menilai bahwa pemulihan demokrasi dan penguatan ekonomi adalah dua hal yang saling berkaitan. Menurutnya, kemajuan ekonomi yang berkelanjutan tidak mungkin tercapai tanpa adanya sistem politik yang demokratis, transparan, dan partisipatif.

Advertisement

“Korea akan terus berkomitmen untuk memperkuat nilai-nilai demokrasi yang menjadi fondasi kemajuan bangsa. Demokrasi yang sehat akan melahirkan kebijakan ekonomi yang inklusif dan berorientasi pada rakyat,” tegasnya.

Lee juga menyoroti peran penting kerja sama internasional dalam menjaga stabilitas kawasan. Ia mengajak negara-negara anggota APEC untuk memperkuat solidaritas dalam menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim, kesenjangan ekonomi, dan transformasi digital.

KTT APEC Jadi Momentum Reposisi Korea di Dunia Internasional

Pertemuan APEC di Gyeongju tidak hanya menjadi simbol pemulihan demokrasi di Korea Selatan, tetapi juga momentum reposisi negara tersebut dalam peta geopolitik global. Di bawah kepemimpinan Lee Jae Myung, Korea berupaya memperkuat diplomasi ekonomi sekaligus memperluas pengaruhnya dalam isu-isu multilateral.

Dengan pendekatan berbasis kemitraan, Seoul ingin menegaskan diri sebagai negara yang berperan aktif dalam membangun dunia yang lebih adil, terbuka, dan berkelanjutan. “Kami percaya, kekuatan kerja sama antarnegara akan membawa kawasan ini menuju masa depan yang lebih baik,” tutup Presiden Lee. - Anisha Aprilia/Disway

Sigit Nugroho
Sigit Nugroho
Penulis

Penulis FIN.CO.ID