Karenanya, ia berharap ke depan sekolah dapat memperkuat jembatan komunikasi dengan orang tua melalui program bimbingan konseling aktif. Dengan pendekatan yang menyeluruh, ia optimistis angka perundungan bisa ditekan secara signifikan.
“Kalau komunikasi antara guru dan orang tua bisa diperbaiki, insya Allah masalah perundungan yang angkanya masih tinggi bisa kita atasi bersama,” tutur Mu’ti.
Menuju Sekolah yang Lebih Aman dan Inklusif
Mu’ti menegaskan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah berkomitmen menjadikan sekolah sebagai tempat yang aman, inklusif, dan ramah bagi semua siswa. Ia mengingatkan bahwa upaya menciptakan sekolah aman bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi juga seluruh elemen masyarakat.
“Inilah yang sedang kami dorong, yaitu pendekatan yang lebih humanis, komprehensif, dan partisipatif agar setiap anak merasa aman dan dihargai,” pungkasnya. - Fajar Ilman/Disway -