Thailand–Kamboja Memanas Lagi, Ratusan Warga Dievakuasi, Gencatan Senjata Terancam Runtuh!

news.fin.co.id - 14/11/2025, 16:29 WIB

Thailand–Kamboja Memanas Lagi, Ratusan Warga Dievakuasi, Gencatan Senjata Terancam Runtuh!

Ilustrasi - Pengamanan oleh tentara Thailand. ANTARA/Anadolu

Juru bicara Thailand, Mayor Jenderal Winthai Suvaree, menyebut Kamboja sebagai pihak yang memulai tembakan. Namun Kementerian Pertahanan Kamboja membantah keras dan mengklaim tembakan pertama berasal dari arah Thailand sekitar pukul 15.50 waktu setempat.

Militer Thailand menyebut baku tembak terjadi selama sekitar 10 menit.

Ketegangan meningkat tajam setelah Thailand menuduh Kamboja menanam ranjau baru di wilayah Sisaket—klaim yang langsung dibantah Kamboja. Phnom Penh menyebut ranjau tersebut merupakan peninggalan lama puluhan tahun lalu.

Bangkok menilai jawaban itu tidak masuk akal. Thailand kemudian menangguhkan rencana peningkatan gencatan senjata dan menunda pembebasan 18 prajurit Kamboja yang sebelumnya ditahan.

Advertisement

Bagi kedua negara, peristiwa ini kembali menjadi titik panas konflik perbatasan yang telah berlangsung selama lebih dari satu abad.

3. Efektivitas Perjanjian Damai ASEAN Dipertanyakan

Hanya berselang kurang dari tiga minggu sejak penandatanganan perjanjian damai di KTT ASEAN Kuala Lumpur, stabilitas yang diharapkan ternyata tak bertahan lama.

Kesepakatan tersebut diteken bersama Perdana Menteri Malaysia dan disaksikan langsung oleh Presiden AS Donald Trump. Saat itu, Trump menyebut perjanjian tersebut sebagai “terobosan besar yang banyak orang anggap mustahil.”

Namun kenyataannya, dalam hitungan hari, sudah terjadi ledakan ranjau, baku tembak, penundaan komitmen gencatan senjata, hingga evakuasi besar-besaran.

Konflik Thailand–Kamboja sendiri memiliki sejarah panjang yang bermula dari garis batas peninggalan kolonial Prancis pada 1907.

Ketidakjelasan batas wilayah tersebut sudah puluhan kali menjadi pemicu bentrokan bersenjata paling besar terjadi pada 2011 yang sempat mengguncang kawasan Asia Tenggara.

Kini, dengan insiden terbaru ini, banyak pihak mempertanyakan apakah perjanjian damai ASEAN mampu meredam konflik yang sudah mengakar dalam sejarah kedua negara.

4. Pengawasan Militer Diperketat

Militer kedua negara meningkatkan patroli dan pengawasan di perbatasan. Suasana dilaporkan semakin mencekam.

Warga yang mengungsi berharap situasi segera mereda, namun belum ada jaminan keamanan.

Advertisement
Derry Sutardi
Derry Sutardi
Penulis

Penulis FIN.CO.ID