D menjelaskan bahwa siswa yang memilih KBM secara daring kebanyakan adalah mereka yang masih berada di rumah sakit atau mereka yang masih mengalami trauma psikis pasca-insiden ledakan.
"Jadi bebas siswa pilih yang mana. Kalau misalnya masih trauma, ya pilihnya daring gitu. Kalau misalnya udah mulai enggak (trauma) ya luring," jelas siswa ini, menunjukkan fleksibilitas yang diberikan sekolah.
Pemprov DKI Beri Keleluasaan, Sekolah Masih Dijaga Ketat!
Keputusan untuk memberikan keleluasaan penuh bagi siswa dan orang tua dalam memilih metode belajar ini dikonfirmasi oleh Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Sosial, Chico Hakim.
"Mulai Senin, 17 November, pembelajaran digelar secara luring dan daring. Siswa dan orang tua diperkenankan memilih," kata Chico Hakim, menegaskan dukungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta selama masa pemulihan ini.
Meskipun aktivitas belajar mengajar sudah kembali berjalan seperti sedia kala, Anda akan melihat situasi di lingkungan SMAN 72 Jakarta masih dijaga ketat.
Pengamatan di lokasi menunjukkan bahwa Polisi Militer TNI AL dan beberapa petugas sekolah masih bersiaga di depan gerbang. Mereka bahkan membuat pos penjagaan darurat menggunakan tenda biru dan meja sekolah. Mobil SAPA (Sahabat Perempuan dan Anak) yang menjadi simbol perhatian Pemprov juga masih terlihat di area sekolah.
Insiden ledakan SMAN 72 pada Jumat, 7 November 2025, memang meninggalkan trauma mendalam, namun kini para siswa secara perlahan mulai berani kembali ke sekolah, didampingi oleh dukungan penuh dari para ahli dan aparat keamanan.
Program Pemulihan Trauma SMAN 72
Program pemulihan mental dan pendampingan psikologis yang difasilitasi oleh Dinas PPAPP DKI Jakarta ini menjadi elemen penting dalam transisi kembali ke KBM tatap muka. Langkah ini memastikan bahwa aspek psikologis siswa menjadi prioritas utama pasca kejadian traumatis. - Candra Pratama/Disway -