“Alih-alih meminta maaf atas kejahatan masa lalu, Jepang justru merevisi Konstitusi Damai dan bergerak menuju kekuatan militer. Upaya mendapatkan kursi permanen DK PBB adalah penghinaan terhadap Piagam PBB.”
Sikap Korea Utara tersebut memperkuat tekanan terhadap Tokyo, terutama dari negara-negara yang memiliki sejarah kelam masa lalu bersama Jepang.
Ambisi Jepang Rebut Kursi Tetap di DK PBB
Jepang sebenarnya sudah lama menginginkan kursi permanen di Dewan Keamanan PBB. Alasannya, Jepang:
-
merupakan salah satu kontributor terbesar anggaran PBB,
-
memiliki rekam jejak 12 kali menjadi anggota tidak tetap,
-
dianggap negara maju dengan peran global signifikan.
Namun, ambisi tersebut berulang kali terhambat, terutama karena keberatan negara-negara besar Asia seperti China, serta penolakan ideologis dari Korea Utara.
Saat ini, DK PBB memiliki 15 anggota, namun hanya lima di antaranya yang berstatus permanen dan memiliki hak veto:
-
Amerika Serikat
-
China
-
Rusia
-
Inggris
-
Prancis
Masuknya Jepang sebagai anggota keenam dinilai akan mengubah struktur geopolitik besar, sehingga tak heran banyak negara mempertanyakan langkah tersebut. (*)