fin.co.id - Rencana gelaran Reuni 212 pada 2 Desember 2025 dipastikan kembali berlangsung di kawasan Monas, Jakarta Pusat. Tradisi tahunan yang telah melekat di publik sejak Aksi 212 tahun 2016 itu disebut bakal menghadirkan tokoh-tokoh besar dan pejabat negara.
Ketua Panitia Reuni 212, Habib Muhammad Alattas, mengatakan bahwa undangan resmi telah dikirimkan kepada sejumlah pejabat penting, termasuk Presiden Prabowo Subianto dan para menteri kabinetnya.
“Kami mengundang, mengundang dari Presiden, Menteri Agama, kemudian ragam kementerian kita undang di sini ada Menteri Agama, Wakil Menteri Agama, Kanwil Kementerian Agama DKI, Menteri Pertahanan, Mensesneg, begitu juga Gubernur, Wakil Gubernur terus ragam stakeholder,” ujar Alattas, Senin (24/11).
Selain pejabat pemerintahan, panitia juga turut mengundang Anies Baswedan, mantan Gubernur DKI Jakarta yang memang beberapa kali hadir dalam Reuni 212 sebelumnya.
“Beliau (Anies Baswedan) alumnus juga, artinya pernah hadir juga. Semoga semua bisa hadir lah, artinya kita pengen semua pihak, jadi sudah enggak ada bergrup-grup lagi,” jelas Habib Alattas.
Undangan tersebut menegaskan bahwa panitia ingin menghadirkan suasana inklusif, tanpa sekat dan perbedaan kelompok politik seperti yang kerap mewarnai dinamika nasional.
Belum Ada Daftar Hadir Final
Meski undangan sudah disebar, panitia mengaku belum bisa memastikan siapa saja yang telah menyatakan konfirmasi hadir. Proses konfirmasi masih berjalan dan panitia menunggu kepastian dari masing-masing kantor pejabat.
Alattas menegaskan bahwa kehadiran tokoh-tokoh nasional diharapkan dapat memberikan makna lebih luas pada acara tersebut, mengingat Reuni 212 tidak hanya dipandang sebagai kegiatan internal ormas Islam.
Habib Alattas menegaskan bahwa Reuni 212 tidak lagi diposisikan sebagai kegiatan kelompok tertentu, tetapi menjadi perayaan moral dan kebersamaan untuk ruang publik yang damai.
“Mudah-mudahan ini menjadi satu kebahagiaan kalau kemudian semua pihak hadir dalam acara 212, karena 212 ini bukan hanya milik ormas Islam, tapi milik bangsa Indonesia,” ucapnya.
Acara Reuni 212 tahun ini diharapkan berjalan kondusif dan mampu menjadi ruang silaturahmi sekaligus refleksi kebangsaan.
Dengan diundangnya jajaran pemerintahan seperti Presiden Prabowo dan para menteri Kabinet Merah Putih, acara tersebut diprediksi akan menjadi salah satu momen besar menjelang akhir tahun.
Panitia juga berharap acara berlangsung tertib, damai, dan menjadi simbol persatuan di tengah perbedaan.