fin.co.id - Gunung Semeru kembali menggebrak perhatian publik. Gunung tertinggi di Jawa itu kembali erupsi delapan kali berturut-turut pada Selasa dini hari, hanya dalam rentang waktu sekitar lima jam saja, dari pukul 00.20 hingga 05.33 WIB. Tinggi kolom abu bahkan mencapai 1 kilometer di atas puncak, membuat situasi semakin mencekam bagi warga di wilayah Lumajang dan Malang, Jawa Timur.
Buat kamu yang tinggal di sekitar lereng Semeru atau mengikuti perkembangan aktivitas vulkanik, informasi berikut wajib kamu simak karena status gunung ini masih berada di Level IV atau Awas.
Erupsi Beruntun Sejak Tengah Malam
Aksi Semeru dimulai tepat pukul 00.20 WIB. Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, melaporkan bahwa letusan pertama memuntahkan kolom abu setinggi 700 meter, dengan warna abu putih hingga kelabu yang bergerak ke arah utara. Intensitasnya masih sedang, namun cukup untuk membuka rangkaian erupsi yang panjang.
Belum genap 30 menit, Semeru kembali bergemuruh. Pada pukul 00.41 WIB, letusan kedua naik setinggi 600 meter. Selang 12 menit, letusan ketiga kembali terjadi dengan kolom abu mencapai 800 meter. Situasi mulai terlihat tak biasa karena selang waktu antar erupsi begitu cepat.
Tak berhenti di situ, pada pukul 01.18 WIB, Semeru melepaskan erupsi keempat setinggi 400 meter. Jeda pendek kembali terjadi sebelum letusan kelima muncul pukul 01.34 WIB, kembali dengan muntahan material hingga 800 meter di atas puncak.
Hanya tiga menit kemudian, pukul 01.37 WIB, letusan keenam meningkat lagi dengan tinggi kolom abu 500 meter. Setelah itu, gunung sempat mereda beberapa jam sebelum kembali meletus pukul 04.45 WIB dengan ketinggian 800 meter.
Puncaknya terjadi pukul 05.33 WIB. Kali ini kolom abu melonjak hingga 1.000 meter di atas puncak, menjadi erupsi tertinggi dalam rangkaian aktivitas dini hari tersebut. Menurut laporan resmi, erupsi masih berlangsung saat laporan disampaikan kepada petugas setempat.
Status Masih Level IV: Zona Bahaya 20 Kilometer
Dengan kondisi seperti ini, PVMBG mempertahankan status Awas (Level IV) untuk Gunung Semeru. Artinya, ancaman letusan besar, guguran lava, dan awan panas masih bisa terjadi sewaktu-waktu. Karena itu, batas aman bagi masyarakat diperketat.
Berikut rekomendasi terbaru yang wajib dipatuhi warga:
1. Dilarang beraktivitas sejauh 20 km dari Besuk Kobokan
Ini merupakan jalur utama luncuran awan panas. Jika kamu berada di sektor tenggara, menjauh sejauh mungkin menjadi keharusan, bukan pilihan.
2. Jauhi sempadan sungai minimal 500 meter
Meski berada di luar radius 20 km, aliran lahar dan potensi awan panas bisa mengikuti jalur sungai. Warga diminta menjauh dari sungai-sungai berhulu Semeru, terutama Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.