fin.co.id – Tragedi kebakaran hebat melanda apartemen Wang Fuk Court di distrik Tai Po, Hong Kong Utara, pada Rabu 26 November 2025 lalu. Insiden mematikan ini tercatat telah menewaskan sedikitnya 94 orang pada data terbaru Jumat 28 November 2025.
Menurut juru bicara Dinas Pemadam Kebakaran Hong Kong, hingga Jumat dini hari waktu setempat, selain korban tewas, terdapat 76 orang terluka, termasuk 11 petugas pemadam kebakaran.
Kebakaran ini menjadi yang paling mematikan di wilayah Tiongkok dalam tujuh dekade terakhir, dan petugas pemadam kebakaran berjuang memadamkannya selama lebih dari 24 jam.
Wakil Direktur Dinas Pemadam Kebakaran Hong Kong, Derek Armstrong Chan, mengatakan api di Wang Fuk Court hampir padam pada Jumat dini hari.
Namun, tim penyelamat masih berusaha mencari warga yang mungkin terjebak di dalam gedung. Petugas kesulitan karena panas menyengat, asap tebal, serta puing dan perancah yang berjatuhan dari lantai atas.
Pihak berwenang telah meningkatkan penyelidikan ke ranah kriminal dan menahan tiga orang terkait kebakaran ini.
Dua di antaranya adalah direktur dari Prestige Construction and Engineering Co., kontraktor terdaftar yang bertanggung jawab atas renovasi gedung, serta seorang konsultan teknik. Mereka ditangkap atas dugaan pembunuhan.
Badan antikorupsi Hong Kong juga meluncurkan penyelidikan terpisah terkait kemungkinan adanya korupsi dalam proyek renovasi tersebut.
Fokus penyelidik saat ini tertuju pada perancah bambu dan jaring hijau yang mengelilingi menara-menara di Wang Fuk Court yang sedang direnovasi.
Para ahli menduga material ini membantu api menjalar dengan cepat dari satu gedung ke gedung lain hingga melahap tujuh dari delapan menara di kompleks tersebut.
Seorang warga, Cindy (48), yang tumbuh besar di kompleks tersebut, menyatakan kesedihan mendalam melihat rumah orang tuanya hangus.
"Sangat sedih dan tak berdaya," ujarnya dikutip dari BBC News.
Mayoritas penghuni apartemen yang dibangun tahun 1983 ini adalah lansia, dengan sekitar sepertiga dari 4.600 penghuni berusia 65 tahun ke atas.
Ho Wai-ho, seorang petugas pemadam kebakaran berusia 37 tahun yang telah bertugas selama sembilan tahun, meninggal di rumah sakit setelah ditemukan pingsan di lokasi kebakaran.