Direktur FSD, Andy Yeung, menyampaikan duka cita mendalam atas kehilangan petugas yang berdedikasi tersebut.
Konsulat Indonesia (KJRI) mengonfirmasi bahwa dua dari korban tewas dan dua korban luka adalah Warga Negara Indonesia (WNI). Mereka semua adalah pekerja migran yang bekerja sebagai asisten rumah tangga bagi penduduk Hong Kong.
Pemimpin tertinggi Hong Kong, John Lee, mengumumkan pemerintah akan menyiapkan dana sebesar 300 juta dolar Hong Kong (sekitar $38,6 juta) untuk membantu warga yang mengungsi.
Setiap rumah tangga yang terdampak akan menerima tunjangan tunai darurat sebesar 10.000 dolar Hong Kong (sekitar $1.285) pada Kamis malam. Lebih dari 500 orang saat ini ditampung di sembilan tempat penampungan sementara. *