Gawat Darurat TBC! Menkes Budi Gunadi: 134.000 Nyawa Melayang Tiap Tahun, Setara 2 Orang Meninggal Setiap 5 Menit!

news.fin.co.id - 30/11/2025, 18:11 WIB

Gawat Darurat TBC! Menkes Budi Gunadi: 134.000 Nyawa Melayang Tiap Tahun, Setara 2 Orang Meninggal Setiap 5 Menit!

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin

fin.co.id - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin melontarkan peringatan keras yang menggemparkan publik mengenai ancaman serius penyakit Tuberkulosis (TBC) di Indonesia. Angka kematian akibat TBC di tanah air ternyata jauh lebih tinggi dari yang dibayangkan, bahkan melampaui tingkat fatalitas saat pandemi COVID-19 melanda.

Data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menunjukkan bahwa TBC diperkirakan merenggut nyawa hingga 134.000 orang setiap tahun di Indonesia. Menkes Budi Gunadi bahkan menerjemahkan angka mengerikan ini menjadi hitungan waktu yang membuat kita merinding.

"TBC itu banyak 134.000 setahun. Coba kalau dibagi 365, bagi 24 jam, bagi 60 menit, saya ngomong 5 menit yang meninggal 2 orang," tegas Menkes Budi Gunadi dalam paparannya pada Minggu, 30 November 2025. Ini berarti, setiap lima menit, dua warga Indonesia meninggal dunia karena penyakit menular ini.

Jumlah Kasus TBC Baru Tembus 1 Juta, Indonesia Peringkat Kedua Dunia!

Advertisement

Ancaman TBC semakin mengkhawatirkan karena jumlah kasus baru di Indonesia setiap tahun diestimasi mencapai sekitar 1.080.000 kasus. Angka ini membuat Indonesia menempati posisi negara dengan beban TBC tertinggi kedua di dunia, hanya kalah dari India.

Menkes Budi Gunadi membandingkan tingkat fatalitas TBC dengan pandemi yang baru berlalu. Dia menjelaskan bahwa, meskipun pandemi COVID-19 telah berakhir dan jumlah kasus yang terdeteksi "hanya" sekitar 400 ribuan, TBC terus membunuh dalam jumlah yang sangat besar secara konsisten.

"TBC ini jauh lebih mematikan, tetapi karena sudah lama, banyak yang tidak menyadari seberapa serius masalahnya," jelas Menkes. Masyarakat dan pihak terkait cenderung lengah karena penyakit ini sudah dianggap sebagai masalah lama, padahal dampaknya sangat mematikan.

Strategi Kemenkes: Deteksi Dini dan Jangan Sampai Putus Obat!

Menanggapi tingginya angka kematian dan kasus TBC, Kemenkes menetapkan dua pilar utama untuk mengendalikan penyebaran penyakit: deteksi dini (skrining) dan penyelesaian pengobatan secara tuntas. Ini menjadi fokus utama pemerintah agar kasus TBC di Indonesia bisa ditekan secara signifikan.

Mengakhiri Under-Reporting: Target 1 Juta Kasus!

Menkes Budi Gunadi menyoroti adanya masalah besar under-reporting (kasus yang tidak terdeteksi dan tidak dilaporkan) di Indonesia, mirip dengan tantangan yang dihadapi pada awal pandemi COVID-19. Jika penderita TBC tidak segera dideteksi dan diobati, mereka akan terus menularkan penyakit ini kepada orang lain. Pemerintah menargetkan untuk menemukan dan mengobati satu juta kasus TBC pada tahun 2025.

Inovasi Skrining Cepat Kunci Deteksi Masif

Advertisement

Untuk mempercepat proses deteksi dan menemukan kasus yang tersembunyi, Kemenkes secara masif mengembangkan dan mendistribusikan alat deteksi TBC generasi baru yang jauh lebih cepat dan mudah diakses. Harapannya, penemuan kasus dapat dilakukan secara masif di tingkat komunitas, misalnya melalui program Desa Siaga TBC. Langkah ini penting untuk menjaring kasus-kasus TBC yang selama ini luput dari pengawasan.

Waspada Putus Obat, Ancaman TB Resisten Obat!

Sigit Nugroho
Sigit Nugroho
Penulis

Penulis FIN.CO.ID