Tantangan lain yang sangat besar dalam pengobatan TBC adalah durasi pengobatan yang lama, minimal enam bulan. Menkes Budi Gunadi sangat menekankan pentingnya peran pendamping pengawas minum obat (PMO) untuk memastikan pasien TBC tidak berhenti mengonsumsi obat di tengah jalan (putus obat).
Mengapa ini krusial? Karena, jika pasien TBC tidak menuntaskan pengobatannya, hal ini dapat memicu munculnya TBC Resisten Obat (TB RO). TB RO jauh lebih sulit disembuhkan, memerlukan pengobatan yang lebih panjang, dan menelan biaya yang jauh lebih mahal. Oleh karena itu, komitmen pasien dan dukungan keluarga menjadi kunci keberhasilan dalam penanggulangan TBC di Indonesia.
TBC adalah ancaman nyata yang menewaskan dua orang setiap lima menit. Pemerintah telah bergerak cepat dengan fokus deteksi dan pengobatan tuntas. Masyarakat juga harus waspada dan segera melakukan skrining jika mengalami gejala TBC. - Hasyim Ashari/Disway -