Terbongkar! 3 Alat Berat Misterius Ditemukan di Lokasi Banjir Tapsel, Bareskrim Langsung Naikkan ke Penyidikan

news.fin.co.id - 10/12/2025, 21:42 WIB

Terbongkar! 3 Alat Berat Misterius Ditemukan di Lokasi Banjir Tapsel, Bareskrim Langsung Naikkan ke Penyidikan

Jumlah korban meninggal akibat banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera kembali bertambah

fin.co.id - Tim gabungan Bareskrim Polri bersama Polda Sumatera Utara (Sumut) dan sejumlah kementerian menemukan tiga alat berat berupa dua ekskavator dan satu buldozer di kawasan Garoga dan Angoli, sebelum terjadinya banjir bandang yang melanda Tapanuli Selatan (Tapsel) dan Tapanuli Tengah (Tapteng).

Temuan ini langsung menjadi sorotan karena diduga kuat berkaitan dengan aktivitas pembukaan lahan yang berpotensi memicu bencana.

Temuan tersebut diungkap dalam konferensi pers daring yang digelar pada Rabu 10 Desember 2025. Kasubagops Dittipidter Bareskrim Polri, Kombes Fredya Trihararbakti, menyebut alat berat itu ditemukan dalam kondisi ditinggalkan begitu saja tanpa operator.

Advertisement

“Pada saat tim gabungan mendatangi KM 8, kami mendapati ada dua buah ekskavator dan satu buldozer yang memang diduga melarikan diri, tidak ada di tempat, ditinggalkan begitu saja alat berat,” ujar Fredya.

Berdasarkan hasil penelusuran di lapangan, tim gabungan menemukan sejumlah bukaan lahan di KM 6 dan KM 8, termasuk area longsoran yang diduga kuat menjadi salah satu faktor terbentuknya alur sungai baru saat banjir bandang terjadi.

Dari foto dokumentasi sebelum dan sesudah bencana, terlihat jelas bahwa Jembatan Garoga dan Jembatan Angoli tersapu habis oleh derasnya arus banjir. Hal ini memperkuat dugaan bahwa perubahan bentang alam akibat pembukaan lahan turut memperparah dampak bencana.

“Teman-teman bisa jelas itu bahwa terdapat bukaan lahan yang ada di KM 8 maupun KM 6. Di situ ada longsoran. Ada beberapa bukaan lahan oleh sebuah perusahaan,” ungkap Fredya.

Tak hanya menemukan alat berat dan bukaan lahan, tim gabungan juga mendapati aliran sungai baru yang terbentuk akibat derasnya terjangan banjir. Aliran tersebut diduga membawa kayu-kayu dan material alam dari area bukaan lahan menuju Sungai Garoga.

Saat dilakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), penyelidik bersama tim ahli menemukan potongan kayu yang diduga berasal dari pohon karet dan durian di sekitar wilayah perkampungan dekat Jembatan Garoga–Angoli.

Temuan tersebut menjadi petunjuk penting bahwa material banjir tidak sepenuhnya berasal dari hulu alami, melainkan juga dari area yang telah mengalami aktivitas pembukaan lahan secara masif.

Advertisement

Kasus Resmi Naik ke Tahap Penyidikan

Berdasarkan rangkaian temuan di lapangan, Bareskrim Polri resmi menaikkan kasus temuan kayu gelondongan dalam peristiwa banjir di Tapanuli Selatan ke tahap penyidikan. Hal ini disampaikan langsung oleh Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri, Brigjen Mohammad Irhamni.

Derry Sutardi
Derry Sutardi
Penulis

Penulis FIN.CO.ID