fin.co.id - Setelah terluntang lantung lebih dari tiga dekade, umat Kristiani di Duren Sawit, Jakarta Timur semringah bisa merayakan Natal di Gereja HKBP Ressort Pondok Kelapa.
Ketua Panitia Mameakhon Batu Ojahan (MBO) Gereja HKBP Pondok Kelapa, Binsar Turnip mengatakan, proses perizinan pembangunan Gereja HKBP Ressort Pondok Kelapa memakan waktu selama 35 tahun.
Setelah melalui proses yang cukup panjang, akhirnya di tahun 2025 perizininan pembangunan Gereja HKBP Ressort Pondok Kelapa pun diterbitkan.
Pembangunan Gereja HKBP Ressort Pondok Kelapa pun akhirnya dimulai pada bulan April 2025.
Saat ini proses pembangunan Gereja dengan gaya kolonial bercat dominan putih itu telah rampung dan diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pada Minggu, 14 Desember 2025.
"Kami menunggu selama 35 tahun untuk membangun Gereja HKBP Pondok Kelapa ini," kata Binsar saat peresmian.
Dulunya lanjut Binsar, lokasi tempat berdirinya Gereja HKBP Pondok Kelapa merupakan bekas fasilitas pendidikan Taman Kanak-kanak (TK) yang lahannya dimiliki PD Sarana Jaya.
Kemudian pada tahun 1993, lahan seluas 1,5 hektare tersebut dibeli oleh pihak pengelola Gereja HKBP.
Setelah lahan tersebut sah menjadi milik HKBP, ternyata perizinan pembangunan gereja harus melalui proses yang cukup panjang.
Tak ayal, jemaat HKBP Pondok Kelapa harus berpindah-pindah tempat ibadah selama berpuluh-puluh tahun.
"Dari 1990, berpindah-pindah dari rumah ke rumah, berpindah ke gedung sekolah Taman Kanak-Kanak, berpindah ke Gor Duren Sawit, berpindah ke Mall Pondok Kelapa Townsquare, atau Poket milik PD Saranajaya, dan akhirnya kembali lagi ke lokasi ini," katanya.
Binsar bersyukur saat ini jemaat Gereja HKBP di Duren Sawit tidak harus berpindah-pindah tempat ibadah.
Gereja HKBP Ressort Pondok Kelapa ini mampu menampung hingga 350 umat dengan jumlah jemaat sebanyak 758 orang dari 248 Kepala Keluarga (KK).
Sekarang jemaat bisa tenang merayakan Natal di Gereja HKBP Ressort Pondok Kelapa tanpa terkendala perizinan.