Avanza putih berhenti di sekitar lokasi. Saat MIP mendekati mobilnya, Kopda Feri memberi informasi kepada Erasmus bahwa target telah tiba.
Erasmus dan Andre kemudian bergerak cepat memaksa korban masuk ke dalam Avanza. Reviando menarik kerah baju korban, Andre menahan bagian tubuh sebelah kiri, sementara Erasmus menutup mata dan mulut korban menggunakan lakban.
Dalam perjalanan, Erasmus melaporkan keberhasilan penculikan tersebut kepada Kopda Feri.
Kekerasan dan Pemindahan Korban
Saat melintas di depan Kodam Jaya, korban kembali melakukan perlawanan. Erasmus menahan korban, memukul paha sebanyak tiga kali, memukul bagian jidat, serta menekan korban dengan lutut.
Para pelaku kemudian sepakat bertemu di kawasan Kemayoran. Di lokasi tersebut, Avanza bertemu dengan mobil Fortuner hitam yang dikemudikan Umri, dengan penumpang Johanes Joko dan Mochamad Nasir.
Nasir sempat mengusulkan agar korban dipindahkan setelah kendaraan berputar-putar ke arah Tanjung Priok. Namun, usulan tersebut ditolak Erasmus karena dianggap berisiko.
Korban akhirnya diikat dan dipindahkan ke dalam Fortuner. MIP sempat berteriak meminta pertolongan, namun kembali dibungkam. Ia juga ditendang dua kali sebelum pintu kendaraan ditutup.
Usai pemindahan korban, Kopda Feri Herianto menyerahkan uang Rp45 juta kepada Erasmus sebagai imbalan penculikan. Uang tersebut kemudian dibagi rata kepada lima pelaku utama.
Korban Ditinggalkan di Bekasi
Di dalam Fortuner, kondisi korban semakin lemah dan hanya menunjukkan sedikit gerakan. Posisi pengemudi kemudian digantikan oleh David Setia Darmawan.
Sekitar pukul 00.30 WIB, kendaraan tiba di sebuah lahan kosong di Kabupaten Bekasi. Korban diturunkan, lalu Mochamad Nasir melilitkan handuk ke leher korban, menariknya keluar, menyeretnya, dan melemparkannya ke tanah.
Setelah itu, para pelaku sempat menuju SPBU untuk berganti pakaian.