Selain kuota utama dari pemerintah, Rusia juga menyediakan skema beasiswa khusus melalui sejumlah lembaga besar dan BUMN strategis. Di antaranya adalah Russian State Atomic Energy Corporation (Rosatom) dan Russian Aluminium Company (RUSAL).
Beasiswa dari lembaga-lembaga ini bahkan mencakup full scholarship, yang meliputi biaya kuliah, tunjangan hidup, hingga dukungan akademik lainnya. Beberapa program diselenggarakan di universitas ternama seperti Ural Federal University di Yekaterinburg.
Skema ini menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi mahasiswa yang ingin menekuni bidang teknik, energi, dan industri strategis.
Penambahan kuota beasiswa Rusia juga diarahkan untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia di bidang-bidang strategis. Fokus utama diberikan pada program studi:
-
Sains dan teknologi
-
Rekayasa (engineering)
-
Energi dan energi nuklir
-
Bidang STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics)
Langkah ini sejalan dengan kebutuhan Indonesia dalam menyiapkan tenaga profesional dan ilmuwan yang kompeten untuk menghadapi tantangan global, termasuk transisi energi dan penguatan riset teknologi.
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, menyambut baik keputusan Pemerintah Rusia tersebut.
Menurutnya, penambahan kuota beasiswa ini sejalan dengan visi pemerintah Indonesia dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia unggul melalui pendidikan internasional.
“Kesempatan ini sangat penting untuk memperluas wawasan mahasiswa Indonesia dan memperkuat kapasitas keilmuan nasional,” ujarnya.
Namun demikian, Stella juga menekankan bahwa tantangan ke depan bukan hanya pada ketersediaan kuota, tetapi juga penyebaran informasi agar kesempatan ini diketahui oleh calon mahasiswa di seluruh daerah Indonesia, termasuk wilayah terpencil.
Dengan bertambahnya kuota beasiswa Rusia mulai 2026, pelajar Indonesia kini memiliki lebih banyak pilihan untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri dengan biaya terjangkau, bahkan gratis.
Rusia menawarkan kualitas pendidikan tinggi, riset kuat, serta pengalaman budaya yang berbeda dari negara-negara tujuan studi populer lainnya.
Bagi calon mahasiswa yang tertarik, persiapan sejak dini menjadi kunci, mulai dari penguasaan bahasa, kelengkapan administrasi, hingga pemilihan program studi yang sesuai dengan minat dan kebutuhan masa depan.