Hasil TKA SMA 2025 Resmi Dirilis: Geografi Tertinggi, Bahasa Inggris Jadi Sorotan Evaluasi

news.fin.co.id - 27/12/2025, 20:48 WIB

Hasil TKA SMA 2025 Resmi Dirilis: Geografi Tertinggi, Bahasa Inggris Jadi Sorotan Evaluasi

Murid-murid Sekolah Rakyat SRMP 11 Bandung Barat sedang beraktivitas di kelas - Dok PU -

fin.co.id - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi mengumumkan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025 untuk jenjang SMA, SMK, MA, dan Paket C pada 23 Desember 2025.

Rilis data ini menjadi potret penting untuk melihat kekuatan sekaligus tantangan pembelajaran siswa tingkat menengah atas di Indonesia.

Berbeda dengan tes konvensional yang hanya menghitung jawaban benar dan salah, TKA dirancang sebagai instrumen pemetaan kompetensi yang lebih mendalam.

Advertisement

Hasilnya pun bukan sekadar angka, melainkan cerminan kemampuan akademik siswa secara lebih adil dan komprehensif.

Kemendikdasmen menjelaskan bahwa pengolahan hasil TKA menggunakan pendekatan Item Response Theory (IRT) dengan model dua parameter logistik.

Pendekatan ini tidak hanya memperhitungkan kemampuan peserta, tetapi juga tingkat kesulitan soal serta ketepatan setiap butir dalam mengukur kompetensi.

Dengan metode ini, nilai TKA tidak berdiri sendiri. Setiap skor ditempatkan dalam empat kategori capaian, yaitu:

  • Kurang

  • Memadai

  • Baik

  • Istimewa

Masing-masing kategori disertai deskripsi kemampuan, sehingga sekolah dan guru dapat memahami secara lebih jelas posisi siswa dalam proses pembelajaran.

Geografi Jadi Mata Pelajaran dengan Nilai Tertinggi

Berdasarkan laporan resmi Kemendikdasmen, Geografi mencatatkan nilai rata-rata tertinggi pada TKA SMA 2025, yakni 70,63. Mata pelajaran ini diikuti oleh lebih dari 280 ribu siswa dari 16.132 SMA di seluruh Indonesia.

Di posisi kedua, Antropologi meraih nilai rata-rata 70,47. Meski pesertanya relatif lebih sedikit—sekitar 21 ribu siswa dari 2.603 sekolah—hasil ini menunjukkan penguasaan konsep sosial dan budaya yang cukup kuat.

Advertisement

Sementara itu, Bahasa Indonesia Lanjut menempati peringkat ketiga dengan nilai rata-rata 69,69, diikuti hampir 148 ribu siswa dari lebih dari 11 ribu SMA.

Capaian ini menunjukkan bahwa mata pelajaran berbasis pemahaman sosial, lingkungan, dan kebahasaan masih menjadi kekuatan utama siswa SMA secara nasional.

Derry Sutardi
Derry Sutardi
Penulis

Redaktur Pelaksana - FIN.CO.ID