Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio juga disebut berpotensi menghadiri pertemuan penting tersebut.
Sektor minyak Venezuela telah lama terpuruk akibat:
-
Korupsi sistemik
-
Minim investasi
-
Salah kelola bertahun-tahun
Saat ini, produksi minyak Venezuela tercatat di bawah 1 juta barel per hari, jauh dari masa keemasannya.
Chris Wright memperkirakan produksi bisa meningkat beberapa ratus ribu barel per hari dalam jangka pendek hingga menengah, jika investasi mulai mengalir.
Namun, para analis menilai kebangkitan penuh sektor minyak Venezuela tidak akan mudah.
Francisco Monaldi, Direktur Kebijakan Energi Amerika Latin di Baker Institute for Public Policy, Rice University, mengatakan Venezuela membutuhkan investasi besar-besaran.
“Untuk mengembalikan industri minyak Venezuela ke masa kejayaannya, dibutuhkan sekitar US$10 miliar per tahun selama satu dekade,” jelas Monaldi.
Sejauh ini, perusahaan minyak AS masih enggan menyatakan komitmen secara terbuka. Investor global menilai stabilitas pemerintahan Venezuela serta kepastian dukungan jangka panjang dari Washington menjadi faktor kunci sebelum berani menanamkan modal besar.