Kemenkes Bongkar Fakta Dapur MBG: 4.535 Dapur Produksi Lulus Sertifikasi Higiene, Ini Proses Ketatnya

news.fin.co.id - 08/01/2026, 15:56 WIB

Kemenkes Bongkar Fakta Dapur MBG: 4.535 Dapur Produksi Lulus Sertifikasi Higiene, Ini Proses Ketatnya

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus.

fin.co.id - Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan terus memperkuat pengawasan kualitas makanan yang disajikan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar tetap aman dan layak konsumsi.

Memasuki awal Januari 2026, tercatat sebanyak 4.535 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur produksi yang tersebar di berbagai daerah telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Sertifikasi tersebut menjadi jaminan bahwa makanan yang diproduksi dan didistribusikan setiap hari kepada masyarakat telah memenuhi standar kesehatan serta keamanan pangan yang ditetapkan.

Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin Paulus Octavianus menyampaikan, keterlibatan Kemenkes dalam program MBG lebih menitikberatkan pada pengawasan langsung di lapangan.

Advertisement

Dalam pelaksanaannya, Kemenkes bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional serta Dinas Kesehatan di daerah untuk memastikan seluruh tahapan produksi berjalan sesuai ketentuan.

"Tugas kami adalah menjaga mutu. Melalui Ibu-ibu dari Kemenkes yang mengawal di lapangan, akhirnya terbitlah sertifikat 'Laik Higiene' (SLHS) tersebut," ujar Wamenkes Benjamin saat memberikan keterangan di SMKN 1 Jakarta, Kamis, 8 Januari 2026.

Pemeriksaan Menyeluruh hingga Uji Laboratorium

Ribuan dapur yang dinyatakan lolos sertifikasi tidak hanya melalui proses administratif semata. Setiap fasilitas harus melewati serangkaian penilaian, mulai dari kebersihan area pengolahan hingga pengujian sampel makanan di laboratorium.

Kemenkes menegaskan bahwa dapur yang belum memenuhi kriteria tidak akan diberi kelonggaran. Apabila ditemukan ketidaksesuaian standar atau hasil uji laboratorium yang diragukan, pengelola diwajibkan melakukan pembenahan menyeluruh sebelum kembali diizinkan beroperasi.

"Ini penting karena kita melayani 55,1 juta penerima manfaat, mulai dari anak sekolah hingga ibu hamil. Angka ini luar biasa besar, sehingga aspek keamanan tidak boleh main-main," lanjutnya.

Penerima Manfaat Diperluas

Di luar aspek keamanan pangan, program MBG juga membawa kabar positif dengan rencana perluasan sasaran penerima. Program ini ke depan tidak hanya ditujukan bagi peserta didik, tetapi juga menyasar guru serta pegawai sekolah yang berperan aktif dalam proses belajar mengajar.

Program MBG sendiri baru saja genap berusia satu tahun pada 6 Januari lalu dan menunjukkan perkembangan signifikan.

Advertisement

Jika pada awal 2025 target penerima hanya sekitar 6 juta orang, kini jumlahnya meningkat tajam hingga menjangkau 55,1 juta penerima manfaat setiap harinya.

Apresiasi dari Kalangan Siswa

Mihardi
Mihardi
Penulis

Redaktur FIN.CO.ID