Salah satu poin paling krusial dari pertemuan ini adalah pengakuan Eggi Sudjana terkait keaslian ijazah Jokowi. Melalui kuasa hukumnya, Elida Netty, Eggi menyatakan telah melihat langsung dokumen ijazah Jokowi dan mengakui bahwa ijazah tersebut asli.
Pernyataan ini menjadi titik balik penting dalam polemik panjang yang selama bertahun-tahun menyeret nama Jokowi terkait tuduhan ijazah palsu.
Pengakuan tersebut sekaligus membantah narasi yang sebelumnya beredar luas di ruang publik dan media sosial.
Menanggapi pengakuan tersebut, Jokowi menegaskan bahwa dirinya membuka ruang untuk memaafkan, namun tetap memisahkan urusan pribadi dengan proses hukum.
“Ya memang asli. Urusan maaf-memaafkan urusan pribadi. Urusan hukum ya urusan hukum,” kata Jokowi.
Pernyataan ini menegaskan sikap konsisten Jokowi bahwa proses hukum tidak boleh dicampuradukkan dengan urusan personal, meski ada itikad baik dari pihak lawan.
Lebih lanjut, Jokowi menegaskan bahwa ia tidak menutup pintu maaf bagi pihak-pihak yang sebelumnya menuduh ijazahnya palsu.
“Kalau memang ada ruang memaafkan, kenapa tidak juga kita lakukan,” ujarnya.
Namun, Jokowi kembali menekankan bahwa proses hukum tetap berjalan sesuai aturan yang berlaku.
“Tapi sekali lagi, urusan maaf-memaafkan urusan pribadi. Urusan hukum ya urusan hukum,” tegasnya.
Siap Tunjukkan Ijazah Asli di Pengadilan
Jokowi juga memastikan dirinya siap hadir di pengadilan jika diminta oleh majelis hakim. Bahkan, ia menyatakan siap menunjukkan seluruh ijazah pendidikannya, mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi.