Nah Loh! Muhammadiyah dan NU Bantah Polisikan Pandji: Tidak Kenal Pelapor dan Bukan Bagian dari Organisasi

news.fin.co.id - 10/01/2026, 09:00 WIB

Nah Loh! Muhammadiyah dan NU Bantah Polisikan Pandji: Tidak Kenal Pelapor dan Bukan Bagian dari Organisasi

Pandji Pragiwaksono

Intisari:

  • Bantahan Resmi Ormas: PBNU dan PP Muhammadiyah menegaskan tidak melaporkan Pandji dan tidak mengenal pihak pelapor.

  • Pencatutan Nama: Nama "Angkatan Muda NU" dan "Aliansi Muda Muhammadiyah" dipastikan tidak ada dalam struktur resmi kedua organisasi tersebut.

  • Dukungan Kebebasan Berekspresi: Tokoh kedua ormas menyayangkan pelaporan tersebut dan menekankan pentingnya ruang humor daripada menempuh jalur hukum.

fin.co.id -  Komika Pandji Pragiwaksono resmi dilaporkan ke pihak kepolisian oleh seseorang yang mengaku dari Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah pada Kamis, 8 Januari 2026.

Advertisement

Pelaporan tersebut berkaitan dengan materi stand up comedy yang dibawakan Pandji dalam acara bertajuk Mens Rea, yang dinilai menyinggung NU dan Muhammadiyah terkait isu tambang.

Namun, baik NU maupun Muhammadiyah mengakui tidak mengenali pihak pelapor. Dua ormas Islam besar ini juga akui tidak memiliki sayap organisasi bernama Angkata Muda NU dan Angkatan Muda Muhammadiyah.

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ulil Abshar Abdalla menegaskan bahwa aliansi yang mengatasnamakan Angkatan Muda Nahdlatul Ulama bukan bagian dari organisasi NU.

Kata dia, tidak ada lembaga, badan otonom NU, maupun perkumpulan NU yang bernama Angkatan Muda NU.

“Kalau representasi PBNU jelas tidak,” tegas Gus Ulil kepada NU Online, Kamis 8 Januari 2026.

Menurutnya, sejak dulu banyak kelompok atau individu yang melakukan berbagai aktivitas dengan mengatasnamakan NU. Hal tersebut, kata Ulil, tidak terlepas dari karakter NU sebagai organisasi besar yang bersifat terbuka.

“Tetapi sejak dulu kan banyak orang bikin ini itu atas nama NU. Karena NU itu sifatnya terbuka, ya memang siapa saja bisa bikin lembaga atas nama NU,” jelasnya.

Ia menambahkan, sejumlah gerakan yang muncul atas nama NU kerap bersifat spontan dan temporer. Bahkan, sebagian hanya bertahan dalam hitungan jam.

“Ada yang mau demo untuk isu tertentu, bikin gerakan atas nama NU. Umurnya mungkin hanya beberapa jam saja, karena setelah jamnya lewat, gerakan itu ya ndak ada lagi. Itulah uniknya NU,” sambungnya.

Advertisement

Gus Ulil juga menyoroti pentingnya ruang humor di tengah kehidupan masyarakat. Ia menyayangkan apabila seorang komedian yang bertugas menghibur publik justru harus berhadapan dengan proses hukum.

“Kita butuh banyak ketawa di negeri ini. Kasihan kalau komedian yang bikin banyak orang tertawa harus dilaporkan ke aparat hukum. Humor adalah koentji,” tulisnya.

Afdal Namakule
Afdal Namakule
Penulis

Jurnalis profesional sejak 2016 dengan spesialisasi isu Politik, News, dan Lifestyle. Menjabat sebagai Redaktur di FIN.CO.ID sejak 2018, ia juga aktif mengulas perkembangan teknologi terkini. Berdedikasi menyajikan informasi akurat dan kredibel bagi pembaca