Mereka juga menegaskan hak penentuan nasib sendiri yang mutlak dimiliki oleh Greenland.
Secara lugas, Denmark dan Greenland menyampaikan penolakan mentah-mentah terhadap segala bentuk proposal penjualan wilayah.
Posisi mereka jelas: kedaulatan penuh atas pulau Arktik itu harus dipertahankan.
Kenapa Amerika Terobsesi dengan Greenland? Ini Alasannya!
Pertanyaan besar pun muncul: mengapa Amerika Serikat begitu terobsesi dengan Greenland?
Jawabannya terletak pada posisi geografis dan kekayaan alam yang dimiliki pulau otonom di bawah Kerajaan Denmark ini.
Greenland memiliki lokasi yang sangat strategis dari sudut pandang militer.
Lebih jauh lagi, kekayaan sumber daya mineral yang melimpah di dalam perut bumi Greenland menjadi magnet luar biasa bagi Amerika Serikat.
Tak hanya itu, Washington juga dikabarkan menyimpan kekhawatiran besar terhadap meningkatnya pengaruh dan aktivitas militer serta ekonomi Rusia dan China di sekitar kawasan Arktik.
Kehadiran kekuatan rival di wilayah strategis ini mendorong AS untuk memperkuat posisinya.
Vladimir Barbin kembali menekankan bahwa masa depan Greenland sepenuhnya merupakan urusan internal antara Greenland dan Denmark.
Pemerintah Denmark sendiri dikabarkan telah melayangkan pernyataan resmi kepada Amerika Serikat.
Denmark menyampaikan protes terkait upaya Washington yang mencoba memengaruhi proses domestik di sana.
Hingga saat ini, Denmark dan Greenland tetap teguh pada pendirian mereka.
Mereka menolak segala bentuk proposal penjualan wilayah dan bersikeras mempertahankan kedaulatan penuh atas pulau strategis tersebut.