Internasional . 26/01/2026, 19:01 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Demiroglu menjelaskan bahwa mesin F110 akan diprioritaskan untuk KAAN Blok 10, khususnya selama tahap uji terbang.
Namun demikian, Turki masih menghadapi kendala pasokan. Permintaan Ankara kepada Kongres Amerika Serikat untuk pembelian 80 unit mesin F110 guna produksi serial KAAN hingga kini belum disetujui.
Sementara itu, pengujian akan terus berlanjut menggunakan 10 mesin F110 yang telah tersedia.
Di balik ketergantungan sementara pada mesin F110, Turki sebenarnya menaruh harapan besar pada mesin turbofan nasional TF35000 yang dikembangkan oleh Turkish Engine Industries (TEI).
Sebagai mantan insinyur di BMC Power dan TEI, pandangan Demiroglu soal pengembangan mesin menjadi sorotan penting.
“Teknologi mesin adalah salah satu bidang paling menantang dalam industri pertahanan,” ujarnya.
Ia memaparkan peta jalan pengembangan TF35000:
Pengujian dan produksi awal dimulai pada 2031
Penyelesaian mesin ditargetkan 2032
Integrasi besar-besaran ke KAAN dilakukan di tahun yang sama
Mesin TF35000 nantinya diharapkan sepenuhnya menggantikan mesin impor, sekaligus menjadikan KAAN bebas dari pembatasan ekspor internasional.
Salah satu pengungkapan paling menarik dari Demiroglu adalah rencana ekspor KAAN ke Indonesia. Ia menyebut bahwa Indonesia telah sepakat untuk membeli 48 unit jet tempur KAAN.
Nilai total proyek tersebut mencapai 15 miliar dolar AS, atau setara sekitar Rp 251,8 triliun.
Demiroglu menjelaskan bahwa:
Fase pertama kontrak ditandatangani pada ajang IDEF Istanbul pertengahan 2025
Fase kedua akan diteken pada 2026
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media