Internasional . 26/01/2026, 19:01 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Dalam kerja sama tersebut, Indonesia mengajukan syarat penting, yakni mesin bebas ITAR (International Traffic in Arms Regulations).
Artinya, mesin harus sepenuhnya buatan dalam negeri Turki, tanpa komponen yang membatasi ekspor ulang.
“Kami terus bekerja sesuai dengan persyaratan tersebut,” kata Demiroglu.
Hal ini menguatkan posisi TF35000 sebagai mesin utama untuk varian KAAN yang akan diekspor ke Indonesia di masa depan.
Pernyataan Demiroglu menegaskan bahwa proyek KAAN kini berada di fase paling menentukan, mencakup:
Uji terbang konfigurasi tempur sebenarnya
Transisi menuju mesin nasional
Kontrak ekspor strategis dengan Indonesia
Penerbangan perdana prototipe P1 akan menjadi tonggak sejarah bagi ambisi Turki mengembangkan pesawat tempur generasi ke-5 yang mandiri dan kompetitif secara global.
Jika berjalan sesuai rencana, KAAN berpotensi menjadi salah satu jet tempur paling diperhitungkan di kawasan Asia dan Timur Tengah dalam satu dekade ke depan. (*)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media