Terbongkar! Motif Biadab di Balik Tewasnya Eks Sekjen Pordasi: Pelaku Gelap Mata, Korban Disiksa Sampai Mati Gara-gara Bisnis Travel

news.fin.co.id - 03/02/2026, 08:50 WIB

Terbongkar! Motif Biadab di Balik Tewasnya Eks Sekjen Pordasi: Pelaku Gelap Mata, Korban Disiksa Sampai Mati Gara-gara Bisnis Travel

Foto ilustrasi korban pembunuhan

fin.co.id - Tabir gelap di balik tewasnya mantan Sekjen Pordasi DKI Jakarta, Herlan Matrusdi (68), yang jasadnya ditemukan di kawasan Gumuk Pasir, Parangtritis, Kabupaten Bantul, akhirnya tersingkap sepenuhnya.

Kepolisian mengungkapkan bahwa aksi keji terhadap pria lansia tersebut didasari oleh rasa sakit hati mendalam terkait rencana kerja sama bisnis travel haji dan umrah yang tidak kunjung terealisasi.

Jasad korban pertama kali ditemukan oleh warga di Area Gumuk Pasir, Grogol IX, Parangtritis, Kretek, Bantul, pada Rabu 28 Januari 2026 sekitar pukul 07.30 WIB dengan kondisi yang mengonfirmasi adanya tindak kekerasan berulang.

Kapolres Bantul AKBP Bayu Puji Hariyanto menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini bermula dari temuan sebuah mobil yang mencurigakan di sekitar lokasi kejadian.

Advertisement

Berdasarkan hasil penyelidikan intensif, polisi berhasil mengidentifikasi satu unit mobil Toyota Avanza yang disewa oleh dua tersangka yakni RM (41), warga Ampel, Boyolali, Jawa Tengah, dan FM (61), warga Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

"Kedua tersangka kami amankan bersama barang bukti berupa satu unit mobil Avanza hitam beserta STNK dan kunci kontaknya, serta pakaian milik korban," ujar AKBP Bayu dalam keterangannya, Senin 2 Februari 2026.

Motif pembunuhan ini berakar dari kekecewaan tersangka RM yang merasa dijanjikan kerja sama bisnis travel oleh korban namun tidak pernah terwujud.

Di sisi lain, tersangka FM mengaku ikut tersulut emosi hingga membantu melakukan penganiayaan. Rentetan kekerasan tersebut dilakukan secara bertahap sejak 16 Januari 2026, di mana tersangka RM memukul kepala serta menendang perut korban berulang kali, sementara FM turut memukul lengan kiri korban.

Aksi kekerasan kembali berlanjut pada 18 dan 21 Januari 2026 dengan pemicu yang sama hingga kondisi kesehatan korban merosot tajam, membuatnya tidak mampu berjalan dan sulit berbicara.

Dalam kondisi korban yang sudah tidak berdaya, kedua tersangka kemudian memutuskan untuk membawa korban menuju kawasan Parangtritis.

Awalnya mereka berencana menurunkan korban di kawasan Cepuri, namun karena situasi di sana sedang ramai orang, mereka mengalihkan tujuan ke area Gumuk Pasir untuk membuang korban.

Hasil autopsi dari Rumah Sakit Bhayangkara Polda DIY memberikan gambaran tragis mengenai penyebab kematian korban.

"Berdasarkan hasil autopsi dari Rumah Sakit Bhayangkara Polda DIY, tim medis menyimpulkan bahwa penyebab kematian korban adalah kekerasan tumpul pada bagian dada. Hal tersebut mengakibatkan patahnya beberapa tulang iga secara berurutan serta memar pada serambi kanan jantung yang membuat korban mengalami mati lemas," ujar AKBP Bayu.

Advertisement

Kronologi kekerasan yang dialami korban sebelum ditemukan tewas juga berhasil dipetakan oleh pihak kepolisian. Korban diketahui pertama kali bertemu dengan tersangka RM di sebuah homestay di wilayah Kota Yogyakarta pada 10 Januari 2026 dan sempat tinggal bersama para pelaku.

"Korban tinggal bersama dengan pelaku. Bersama dengan pelaku, istri pelaku dan anak pelaku. (Tinggal bersama) FM dan RM" katanya.

Afdal Namakule
Afdal Namakule
Penulis

Jurnalis profesional sejak 2016 dengan spesialisasi isu Politik, News, dan Lifestyle. Menjabat sebagai Redaktur di FIN.CO.ID sejak 2018, ia juga aktif mengulas perkembangan teknologi terkini. Berdedikasi menyajikan informasi akurat dan kredibel bagi pembaca