"Tidak ada satu pun dari kita yang kebal terhadap ancaman teknologi atau penyalahgunaan teknologi, termasuk penipuan daring dan kejahatan siber," ujar Kao Kim Hourn dengan tegas. Ia menambahkan bahwa penyelesaian DEFA tahun ini, yang kemudian dilanjutkan dengan proses ratifikasi, menjadi langkah penting untuk memperkuat pertahanan kolektif ASEAN.
Dengan rampungnya DEFA dan penguatan kerja sama lintas negara, ASEAN optimis mampu memberikan perlindungan yang lebih baik bagi masyarakatnya dari ancaman penipuan daring. Ini adalah perang melawan kejahatan di era digital, dan ASEAN siap memenangkan pertempuran ini demi masa depan ekonomi digital yang lebih aman dan stabil. - ANTARA -